JAMBI.PILARDAERAH.COM – Keberhasilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama Bea Cukai Jambi mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika mendapat apresiasi dari tokoh agama dan tokoh masyarakat di Provinsi Jambi. Mereka menilai langkah tegas aparat menjadi bukti keseriusan negara dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Ketua Masjid Cheng Ho Jambi, Rusli, menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada jajaran BNNP Jambi yang dinilai terus bekerja tanpa henti dalam memberantas peredaran berbagai jenis narkotika di wilayah Provinsi Jambi.
Menurut Rusli, penyebaran narkoba saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan karena telah merambah hingga ke desa-desa dan dusun-dusun. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Selamat dan terima kasih atas kerja keras BNN Provinsi Jambi yang secara terus-menerus melakukan pemberantasan penyebaran segala jenis narkoba. Semoga kita semua selalu diberi kekuatan dan dilindungi Allah SWT untuk terus mendukung usaha pemerintah dalam memberantas narkoba serta menjaga keluarga dan lingkungan dari pengaruh narkoba. Aamiin,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ustadz Fauzi yang mengucapkan terima kasih atas respons cepat BNNP Jambi dalam menindak pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah Muaro Jambi, khususnya di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).
“Terima kasih banyak kepada BNN Provinsi Jambi atas respons cepat menangkap pelaku pemakai narkoba di wilayah Muaro Jambi. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusan, dan sukses selalu. Aamiin ya Allah,” ucapnya.
Sebelumnya, BNNP Jambi bersama Bea Cukai Jambi berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika dalam operasi terpadu pada 27–28 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap sembilan tersangka di tiga lokasi berbeda di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Dari pengungkapan itu, aparat menyita barang bukti berupa sabu dengan total berat bruto sekitar 146,59 gram, sebanyak 766 butir diduga ekstasi berbagai jenis, uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika, telepon genggam, kendaraan bermotor, timbangan digital, serta berbagai perlengkapan yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.
Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep menegaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat penegak hukum dan partisipasi aktif masyarakat yang memberikan informasi terkait aktivitas peredaran narkotika.
BNNP Jambi memastikan penyidikan masih terus dikembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain. Masyarakat juga diajak terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui semangat “War on Drugs for Humanity” demi mewujudkan Jambi Bersinar (Bersih Narkoba).












