BNNP Jambi Libatkan Ribuan Pelajar dalam Sosialisasi Akbar Cegah Radikalisme dan Narkoba, Dukung Indonesia Emas 2045

BUNGO.PILARDAERAH.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), TCC, Perundungan, serta Bahaya Narkoba di lingkungan pendidikan Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Basket Arena Eks MTQ Serunai Bungo itu diikuti sekitar 2.500 pelajar SMA/SMK sederajat dari seluruh Kabupaten Bungo.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., CHRA., Bupati Bungo H. Dedi Putra, S.H., M.Kn., Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, unsur Forkopimda, serta para kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan pentingnya memperkuat karakter generasi muda agar mampu menangkal pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, perundungan, hingga penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.

Pada kesempatan itu, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin menyerahkan Piagam Penghargaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Bupati Bungo H. Dedi Putra sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan narkoba.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Deklarasi Relawan Anti Narkoba Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bungo sebagai komitmen bersama membangun lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Kombes Pol. Beri Diatra menyampaikan materi mengenai pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, TCC, dan perundungan. Ia mengajak para pelajar untuk memiliki daya kritis, memperkuat wawasan kebangsaan, serta bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpapar ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, Brigjen Pol. Asep Saepudin memaparkan materi bertajuk “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman Narkotika.” Ia menjelaskan perkembangan penyalahgunaan narkotika di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi, beserta berbagai modus peredaran yang terus berkembang.

Selain itu, Kepala BNNP Jambi turut mengingatkan para pelajar mengenai bahaya vape yang mengandung etomidate atau dikenal sebagai “vape zombie”. Ia menjelaskan dampak serius terhadap kesehatan dan mengimbau generasi muda agar tidak mudah tergoda mencoba narkoba maupun produk vape ilegal yang berpotensi membahayakan jiwa.

Brigjen Pol. Asep juga mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, orang tua hingga pelajar, untuk menjadi mitra BNN dalam mewujudkan sekolah yang bebas narkoba. Menurutnya, pembentukan Relawan Anti Narkoba menjadi langkah strategis dalam menciptakan agen perubahan di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan BNN Call Center 184 untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Melalui kegiatan ini, BNN menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mengedepankan edukasi, pencegahan, pemberdayaan, dan kolaborasi guna melahirkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, tangguh, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.