JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Provinsi Jambi mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Sedikitnya lima penerbangan menuju dan dari bandara tersebut mengalami penundaan keberangkatan pada Senin (14/9/2026).
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan penundaan penerbangan terjadi akibat terbatasnya jarak pandang (visibility) yang disebabkan kabut asap.
Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha tercatat hanya sekitar 1.100 meter. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan secara ketat.
“Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ujar Ardon dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Lima penerbangan yang terdampak terdiri dari sejumlah maskapai. Penerbangan Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK), Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta, Susi Air SI 7218 tujuan SIQ serta Garuda Indonesia GA 127 dan Super Air Jet IU 843 yang juga menuju Jakarta mengalami keterlambatan.
Meski sempat terganggu pada pagi hari, katanya, kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha berangsur normal.
“Namun, pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi sekitar 3.000 meter, sehingga aktivitas penerbangan kembali berjalan normal,” tutur Ardon.
Pihak Bandara Sultan Thaha juga telah berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan.
Pembaruan informasi mengenai jadwal keberangkatan maupun kedatangan penerbangan yang terdampak terus dilakukan secara berkala.
Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Sultan Thaha Jambi untuk terus memantau perkembangan jadwal penerbangan.
Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing guna memastikan jadwal keberangkatan, terutama apabila terdapat perubahan akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha juga memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk menjaga kelancaran sekaligus mengutamakan keselamatan penerbangan.
“Kami berharap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di Jambi dapat segera teratasi dengan cepat dan bisa kembali normal,” pungkas Ardon.












