JAMBI.PILARDAERAH.COM – Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi (Gentala Arasi) Fest Jambi 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, kegiatan yang mengusung semangat penguatan literasi dan ekosistem ekonomi keuangan digital tersebut telah menarik sekitar 5.000 pengunjung. Selain itu, sebanyak 700 peserta turut ambil bagian dalam berbagai kompetisi yang digelar selama rangkaian kegiatan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa edukasi mengenai ekonomi dan keuangan digital semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Sampai hari keempat dikunjungi sekitar 5.000 pengunjung dan ada sekitar 700 peserta dari berbagai kompetisi,” ujar Tedy, Minggu (6/9/2026) di Musium Sriwijaya Dharmakirti, Kabupaten Muarojambi, Jambi.
Menurutnya, Gentala Arasi Fest Jambi 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan edukasi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan pengalaman secara langsung dalam mengenal ekosistem ekonomi dan keuangan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan produk dan potensi ekonomi lokal.
Tak hanya berorientasi pada ekonomi, Gentala Arasi Fest 2026 juga menghadirkan kegiatan sosial melalui aksi donor darah yang melibatkan ratusan pendonor. Kolaborasi berbagai kegiatan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi ajang literasi, tetapi juga ruang interaksi masyarakat.
Tedy menilai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Gentala Arasi Fest Jambi 2026 mampu menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ini menunjukkan Gentala Arasi Fest Jambi 2026 tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif serta memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengenal dan memanfaatkan ekosistem ekonomi keuangan kita,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat yang hadir tidak hanya mendapatkan informasi mengenai perkembangan ekonomi digital. Mereka juga dapat belajar, mencoba, berinteraksi hingga mengikuti berbagai kompetisi yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat, khususnya dalam memahami sekaligus memanfaatkan berbagai layanan dan instrumen ekonomi serta keuangan digital secara bijak.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas akses promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. Interaksi langsung antara pelaku usaha dan pengunjung diharapkan dapat membuka peluang pasar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Bank Indonesia Provinsi Jambi menegaskan penguatan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan lembaga keuangan, tetapi juga pelaku usaha, komunitas, generasi muda serta masyarakat sebagai pengguna.
Karena itu, Bank Indonesia akan terus mendorong semangat inovasi dan kolaborasi agar berbagai program penguatan ekonomi digital memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap perekonomian daerah.
“Kita berharap semangat inovasi, kolaborasi dan dampaknya terus berlanjut untuk terus memperkuat perekonomian di Provinsi Jambi,” tegas Tedy.
Melalui Gentala Arasi Fest 2026, BI Jambi berharap literasi ekonomi dan keuangan digital tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi Jambi yang semakin inklusif dan berkelanjutan.






