JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga kini masih menjadi ancaman serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, Karhutla juga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengganggu kualitas udara, mengancam kesehatan masyarakat, serta merusak habitat berbagai jenis flora dan fauna.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mencegah meluasnya kebakaran, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han., memimpin langsung upaya pemadaman titik Karhutla yang terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Batanghari, Kamis (3/9/2026).
Dalam penanganan tersebut, personel bersama-sama melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak semakin meluas. Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan sekaligus mencegah dampak Karhutla yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat.
Diketahui, Taman Hutan Raya atau Tahura merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kawasan ini tidak hanya berperan sebagai ruang konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki fungsi ekologis, pendidikan, penelitian, serta menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Keberadaan dan fungsi Tahura tersebut harus terus dijaga dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, diperlukan kepedulian seluruh pihak, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan semangat gotong royong seluruh elemen, sehingga api dapat segera dikendalikan dan dampaknya dapat diminimalisir.
“Kami turun bersama-sama dengan semangat gotong royong untuk menangani Karhutla agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelas Dandim Putra.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Harapan kami, masyarakat dapat bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lingkungan. Jangan sampai kelalaian maupun aktivitas pembakaran menyebabkan kebakaran yang merugikan kita semua. Pencegahan akan jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak Karhutla yang semakin besar,” pungkasnya.
Upaya pemadaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kesadaran masyarakat, kelestarian Tahura Batanghari diharapkan tetap terjaga dan terhindar dari ancaman Karhutla.











