JAMBI.PILARDAERAH.COM – Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) dua periode, Drs. H. Usman Ermulan, M.M., menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang digelar di Gedung DPRD Tanjab Barat, Senin (10/8/2026).
Usman hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala daerah terdahulu. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dalam sidang paripurna istimewa yang menjadi salah satu agenda utama peringatan hari jadi Kabupaten Tanjab Barat.
Usai mengikuti sidang paripurna, Usman menyampaikan gagasan terkait pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali sejarah perjuangan daerah kepada generasi muda.
Ia mengusulkan agar nama Makam Pahlawan Satria Bakti di Kuala Tungkal dikembalikan menjadi Makam Pahlawan Selempang Merah.
Menurut Usman, nama Selempang Merah memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat Kuala Tungkal dan wilayah sekitarnya dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Nama Selempang Merah itu bukan nama sembarangan. Itu adalah nama Persatuan Pejuang di Kuala Tungkal dan sekitarnya pada masa perjuangan. Agar generasi muda tahu sejarah siapa yang berjuang di daerah kita, nama makam ini perlu kita kembalikan ke akar sejarahnya,” ujar Usman.
Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi tersebut menilai, pengembalian nama makam bukan sekadar persoalan penamaan, tetapi bagian dari upaya merawat identitas dan memori sejarah masyarakat Tanjab Barat.
Ia berharap jejak perjuangan para pejuang lokal yang tergabung dalam Persatuan Pejuang Selempang Merah dapat terus dikenang oleh generasi penerus.
Usman mengatakan, selama ini nilai sejarah perjuangan masyarakat Tanjab Barat belum sepenuhnya tergambar dalam penamaan sejumlah tempat yang memiliki kaitan dengan perjalanan sejarah daerah.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat bersama DPRD untuk mengkaji usulan tersebut secara serius dengan melibatkan tokoh masyarakat, budayawan dan ahli sejarah.
“Mudah-mudahan usulan ini dapat ditindaklanjuti Pemkab Tanjab Barat bersama DPRD dan para ahli sejarah. Kita perlu menggali kembali sejarah perjuangan masyarakat kita agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Mantan anggota DPR RI tiga periode yang pernah berkiprah di Komisi Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan Nasional itu menegaskan bahwa daerah memiliki kewajiban moral untuk menjaga warisan perjuangan para pendahulu.
“Kalau kita lupakan nama pejuang kita sendiri, siapa lagi yang akan mengingat. Mari kita jaga warisan ini bersama,” tegas Usman, yang juga merupakan Majelis Permusyawaratan Adat Lembaga Adat Melayu Jambi Provinsi Jambi.
Menurutnya, momentum Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali menggali sejarah, memperkuat identitas daerah, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
Usulan perubahan nama Makam Pahlawan Satria Bakti menjadi Makam Pahlawan Selempang Merah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperkuat penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat Kuala Tungkal dan Tanjab Barat.









