OJK Jambi Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, 900 Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Hari Indonesia Menabung

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi bersama industri perbankan dan asosiasi perbankan memperkuat budaya menabung sejak dini melalui Peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar di Banjuran Budayo Jambi, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema “Tingkatkan Literasi, Perluas Inklusi, Wujudkan Generasi Emas Jambi”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini diresmikan oleh Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., dan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Turut hadir pimpinan instansi dan lembaga vertikal, jajaran industri perbankan di Provinsi Jambi, kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi, serta sekitar 900 pelajar dan mahasiswa di Kota Jambi.

Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyampaikan, penguatan literasi dan inklusi keuangan terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK Jambi telah melaksanakan 157 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti sebanyak 22.385 peserta.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 9.648 pembukaan akun dengan total nominal mencapai Rp595.098.500. Capaian ini menjadi salah satu indikator meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus semakin kuatnya budaya menabung di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Terkhusus kepada anak-anak kita yang telah diberikan kesempatan untuk memperoleh inklusi. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan upaya ini karena ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi,” ujar Sudirman.

Sebagai bentuk apresiasi, OJK Provinsi Jambi memberikan penghargaan kepada 10 pelajar dan mahasiswa teraktif menabung, tiga sekolah teraktif dalam melaksanakan edukasi keuangan, tiga bank teraktif melaksanakan edukasi keuangan, serta empat bank dengan kontribusi tertinggi.

Kegiatan Hari Indonesia Menabung tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara OJK, pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risiko dalam penggunaannya.

Kolaborasi tersebut melibatkan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Nano Syariah, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Muamalat Indonesia, Bank Central Asia (BCA), Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) Jambi, serta Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jambi.

Selain penguatan literasi dan inklusi keuangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan 55 tempat sampah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) industri jasa keuangan untuk mendukung program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Jambi.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat konsep ekonomi sirkular melalui pemberdayaan sampah sehingga dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana inklusi keuangan, antara lain dalam bentuk emas, tabungan dan saham.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, literasi dan inklusi keuangan harus dikenalkan sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Menurutnya, program satu rekening satu pelajar menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.

“Literasi dan inklusi keuangan mulai dari anak SD, SMP dan SMA. Target satu rekening satu pelajar semua diapresiasi, supaya mendorong anak-anak kita cinta budaya menabung. Hari ini juga sekaligus Industri Jasa Keuangan dan Perbankan membantu Pemerintah Kota Jambi mensukseskan program Kampung Bahagia yaitu bersih, dengan diberikan 55 tong sampah di area publik untuk pengunjung bukan untuk sampah rumah tangga,” kata Maulana.

OJK Jambi menegaskan, penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, dunia usaha dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda Jambi diharapkan semakin cakap dalam mengelola keuangan, memiliki kebiasaan menabung, mampu memanfaatkan produk keuangan secara bijak, serta tumbuh menjadi generasi produktif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.