JAMBI.PILARDAERAH.COM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat akselerasi ekonomi daerah di tengah dinamika realokasi fiskal. Hal ini disampaikan dalam Forum Ekonomi dan Bisnis Provinsi Jambi yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel, Rabu (22/4/2026).
Forum bertema “Akselerasi Ekonomi Regional di Tengah Realokasi Fiskal melalui Dukungan Program Strategis Pemerintah” ini menghadirkan Head of Industry & Regional Research Department PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, serta Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Muhamad Firdaus.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, menegaskan forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi terkini.
“Forum ini diharapkan mampu menggali potensi ekonomi Jambi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Tedy.
Ia menambahkan, BI akan terus mendukung program strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mengoptimalkan sektor unggulan. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam forum tersebut, BI juga menekankan pentingnya pengendalian inflasi melalui kolaborasi semua pihak. Inflasi Jambi ditargetkan tetap berada pada kisaran 2,5 persen ± 1 persen.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi memerlukan sinergi dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen hingga konsumen,” jelasnya.
Selain itu, isu hilirisasi sektor unggulan seperti pertambangan turut menjadi perhatian. Meski sektor energi dan tambang menjadi tulang punggung ekonomi Jambi, diperlukan strategi hilirisasi agar memberikan nilai tambah dan keberlanjutan ekonomi.
Sementara itu, Dendi Ramdani menyoroti pentingnya keseimbangan antara penguatan ekspor dan hilirisasi industri daerah. Ia menilai, optimalisasi produk unggulan dengan daya saing tinggi di pasar global harus dibarengi dengan kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat.
“Strategi ekspor dan hilirisasi perlu berjalan beriringan, didukung kebijakan yang menjaga stabilitas dan meningkatkan konsumsi domestik,” katanya.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi regional di tengah tekanan global dan domestik.
BI optimistis, dengan kolaborasi yang solid, Provinsi Jambi mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.






