JAMBI.PILARDAERAH.COM – Ribuan warga dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi hingga luar daerah memadati Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi pada akhir masa libur panjang dan cuti bersama, Minggu (17/5/2026).
Kawasan situs percandian peninggalan Hindu-Buddha terbesar di Asia Tenggara itu menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berwisata sekaligus mengenal sejarah dan peradaban budaya nusantara.
Sejak pagi hari, pengunjung terlihat ramai memasuki kawasan candi. Tidak hanya wisatawan lokal dari Kota Jambi dan kabupaten sekitar, sejumlah wisatawan dari luar Provinsi Jambi bahkan wisatawan mancanegara juga tampak menikmati suasana kawasan cagar budaya tersebut.
Beberapa titik utama seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Astano hingga Candi Kembar Batu menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Selain menikmati keindahan situs sejarah, pengunjung juga memanfaatkan momen liburan untuk bersantai di area hijau yang dipenuhi pepohonan besar berusia puluhan hingga ratusan tahun.
Di hamparan rumput hijau yang luas dan rindang, banyak pengunjung terlihat berkumpul bersama keluarga sambil menikmati makanan dan suasana alam di kawasan percandian tersebut.
Salah seorang pengunjung, Sasya, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk mengisi masa libur panjang dan melihat langsung perkembangan kawasan Candi Muaro Jambi yang kini semakin tertata.
“Liburan mau melihat Candi Muaro Jambi. Dulu belum seluas ini, sekarang sudah diperluas dan tertata rapi. Kami juga senang karena candi ini sudah didaftarkan ke UNESCO,” ujar Sasya.
Kepala Bagian Retribusi Candi Muaro Jambi, Mursalin, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan sejak awal libur panjang dan cuti bersama yang dimulai pada Kamis lalu.
“Sejak awal libur panjang hingga hari ini, jumlah pengunjung hampir mencapai dua ribu orang, baik dari wilayah Jambi maupun luar daerah,” ujar Mursalin.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat berkunjung ke Candi Muaro Jambi menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Sumatera.
Candi Muaro Jambi sendiri merupakan situs cagar budaya nasional terluas di Asia Tenggara dengan luas kawasan mencapai hampir 4.000 hektare.
Situs ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 Masehi dan merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta Melayu Kuno yang dahulu menjadi pusat kebudayaan, pendidikan, dan peribadatan agama Hindu-Buddha.
Selain sebagai destinasi wisata sejarah, kawasan Candi Muaro Jambi kini juga menjadi pusat edukasi budaya yang terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.






