Al Haris Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api Karhutla, Asap Masih Muncul di Wilayah ini

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Gubernur Jambi Al Haris memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan udara yang dilakukannya bersama Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, tidak ditemukan lagi titik api di lokasi yang sebelumnya menjadi kawasan kebakaran.

Meski demikian, persoalan karhutla belum sepenuhnya selesai. Sebab, asap masih terlihat di sejumlah kawasan lahan gambut yang sebelumnya terbakar. Kondisi tersebut diduga dipicu cuaca panas setelah hujan yang mengguyur wilayah Jambi belum berlangsung secara merata dan intensif.

“Kebakaran lahan sudah tidak ada, tapi ada lahan gambut yang tempo hari sudah padam waktu hujan dan sudah tidak ada lagi asapnya,” ungkap Al Haris, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, munculnya kembali asap di kawasan bekas kebakaran terjadi akibat panas matahari yang membuat sisa bara atau material organik di dalam lahan gambut kembali mengeluarkan asap.

“Semua itu di posisi sama yang terbakar itu,” jelasnya.

Al Haris menerangkan, kondisi cuaca yang belum stabil menjadi salah satu tantangan dalam memastikan seluruh kawasan bekas kebakaran benar-benar bebas dari asap. Hujan yang turun di sejumlah wilayah belum mampu menjangkau seluruh kawasan rawan karhutla secara merata.

“Karena musim hujan kita masih belum intensif, tidak merata. Misalkan hujan di wilayah ini, besoknya terjadi panas sehingga ada asap yang muncul,” tandasnya.

Dari hasil pemantauan udara tersebut, Gubernur Jambi menyebutkan masih terlihat kepulan asap di beberapa kawasan, di antaranya Jebus, Sponjen, Air Hitam Laut, dan Sungai Sayang.

Kawasan tersebut diketahui merupakan lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran lahan. Untuk wilayah Taman Nasional Berbak Sembilang, Al Haris memastikan tidak ditemukan lagi api aktif. Namun, kepulan asap masih terlihat di kawasan Jebus.

Sementara itu, di Kabupaten Muaro Jambi, asap terpantau di kawasan Sponjen yang juga merupakan salah satu wilayah terdampak kebakaran lahan sebelumnya.

“Berbak Sembilang sudah tidak ada api, cuma di kawasan Jebus. Untuk Kabupaten Muaro Jambi di kawasan Sponjen,” ungkapnya.

Meski masih ditemukan asap, Al Haris kembali menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan udara, tidak ada lagi titik api yang terpantau di lokasi karhutla di Provinsi Jambi.

“Untuk api sudah tidak ada lagi. Asap saja yang ada,” tegasnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Jambi bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait tidak akan mengendurkan upaya penanganan. Pemantauan terhadap kawasan bekas kebakaran, khususnya lahan gambut, tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Selain itu, Pemprov Jambi masih mengupayakan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah rawan karhutla.

Al Haris berharap pelaksanaan OMC dapat membantu membasahi kawasan gambut yang sebelumnya terbakar sehingga potensi munculnya kembali api maupun asap dapat ditekan.

“Saat ini kita masih mengharapkan OMC agar lokasi yang terbakar benar-benar tidak ada api dan asap,” pungkas Gubernur Jambi.

Dengan kondisi tersebut, meskipun titik api dilaporkan sudah tidak ditemukan, penanganan karhutla di Jambi masih membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Sebab, lahan gambut yang pernah terbakar berpotensi kembali mengeluarkan asap ketika cuaca panas, terutama apabila hujan belum turun secara merata.

PILAR NEWS