JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi terus mendorong generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan memahami Rupiah sebagai mata uang resmi sekaligus simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Edukasi tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar tidak hanya menggunakan Rupiah sebagai alat transaksi, tetapi juga memahami nilai, fungsi, serta pentingnya menjaga dan merawat mata uang nasional.
Ajakan itu disampaikan Administrator Perkasan Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi, Kaspul Halim, saat memberikan materi bertema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dalam kegiatan Edukasi Migas Bagi Generasi Muda yang diselenggarakan media online sinarjambi.com di Auditorium RRI Jambi, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti 120 siswa-siswi dari 20 SMA dan SMK se-Kota Jambi, didampingi para guru. Pemimpin Redaksi sinarjambi.com, Rolanda Hasibuan, turut hadir dalam kegiatan edukasi yang menyasar kalangan pelajar tersebut.
Dalam pemaparannya, Kaspul menekankan pentingnya mengenalkan Rupiah kepada generasi muda sejak dini, terutama terkait cara mengenali keaslian uang, memperlakukan uang dengan baik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu.
Menurutnya, pemahaman terhadap Rupiah tidak cukup hanya sebatas mengetahui nilai nominalnya. Generasi muda juga perlu memahami bahwa Rupiah memiliki kedudukan penting sebagai identitas dan simbol kedaulatan bangsa Indonesia.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah cara mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Metode ini dapat digunakan masyarakat untuk memeriksa karakteristik fisik dan ciri-ciri keaslian uang Rupiah.
Selain mengenali keaslian uang, para pelajar juga diingatkan untuk merawat Rupiah agar tidak mudah rusak. Kaspul memperkenalkan prinsip 5 Jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memperlakukan uang Rupiah secara baik. Uang yang terawat dapat membantu menjaga kualitas fisiknya sehingga tetap layak digunakan dalam transaksi sehari-hari.
“Adik-adik harus mulai membiasakan diri memperlakukan uang Rupiah dengan baik. Kenali ciri-ciri keasliannya dan jangan sembarangan memperlakukan uang, karena Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa yang harus kita jaga bersama,” pesannya.
Kaspul juga mengingatkan pentingnya menjaga Rupiah melalui kebiasaan menyimpan uang secara benar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Kaspul sesekali melontarkan pertanyaan kepada peserta untuk menguji pemahaman mereka mengenai Rupiah. Para siswa yang berani mengajukan pertanyaan maupun berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan suvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui kegiatan ini, BI Jambi berharap para pelajar semakin memahami pentingnya perilaku Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Dengan meningkatnya pemahaman generasi muda, kesadaran untuk mengenali keaslian, merawat, dan menjaga Rupiah diharapkan semakin kuat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari membangun rasa bangga terhadap mata uang nasional sebagai salah satu simbol identitas dan kedaulatan Indonesia.












