JAMBI.PILARDAERAH.COM – Komitmen penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dalam Apel Personel Gabungan Penebalan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Minggu (18/10/2026).
Sebanyak 148 personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan Manggala Agni dikerahkan untuk memperkuat upaya penanganan Karhutla di wilayah rawan kebakaran. Dari jumlah tersebut, 90 personel diberangkatkan melalui jalur udara menggunakan helikopter, sedangkan 58 personel lainnya bergerak melalui jalur darat.
Adapun kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari 53 personel TNI, 45 personel Polda Jambi, 15 personel Basarnas/BPBD, serta 35 personel Manggala Agni. Pemberangkatan melalui jalur udara dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026), sebagai bagian dari langkah percepatan penebalan kekuatan di lapangan.
Dalam keterangannya, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan gerak cepat, koordinasi, dan kerja sama seluruh unsur terkait.
“Penebalan personel ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah rawan. Saya meminta seluruh personel bekerja secara terpadu, mengutamakan keselamatan, serta melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menyampaikan bahwa TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait dalam mendukung penanganan Karhutla di Provinsi Jambi.
“Sinergi dan kecepatan bertindak menjadi kunci. Seluruh personel harus mengoptimalkan tugas di lapangan, menjaga keselamatan, serta mengedepankan langkah pencegahan dan pemadaman secara terpadu,” ujar Danrem.
Apel dan pemberangkatan personel gabungan ini turut dihadiri Kapolda Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.
Melalui penebalan kekuatan ini, diharapkan penanganan Karhutla di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin optimal, titik api dapat segera dikendalikan, serta dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.












