Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, BMKG Ungkap Asal Asap dari Sumsel

JAMBI.PILARDARRAH.COM – Kabut asap pekat masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi hingga Selasa (6/10/2026). Kondisi tersebut membuat jarak pandang berkurang dan kualitas udara di sejumlah kawasan menjadi kurang baik.

Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Thaha Jambi, kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi saat ini tidak sepenuhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi.

Prakirawan Cuaca Stasiun BMKG Bandara Sultan Thaha Jambi, M Randy, mengatakan asap yang masuk ke Kota Jambi terbawa oleh pergerakan angin dari wilayah selatan, khususnya kawasan Sumatera Selatan.

Menurutnya, arah angin dari tenggara menuju selatan Kota Jambi membawa asap dari titik panas atau kebakaran yang berada di kawasan perbatasan Jambi-Sumatera Selatan.

“Untuk kondisi saat ini, asap karhutla yang terjadi di Jambi terbawa angin ke arah Pekanbaru. Sedangkan kita menerima distribusi asap dari Sumatera Selatan,” kata Randy, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, salah satu sumber asap yang terpantau berada di kawasan Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Wilayah tersebut merupakan kawasan gambut yang relatif dekat dengan Kota Jambi sehingga asap lebih mudah terbawa angin masuk ke wilayah Jambi.

“Arah angin dari tenggara ke selatan Kota Jambi. Ada hotspot di kawasan Medak, Musi Banyuasin, yang membawa asap ke Kota Jambi. Kondisi karhutla masih terjadi,” ujarnya.

Randy menyebutkan, pola pergerakan angin saat ini menyebabkan Kota Jambi menjadi salah satu wilayah yang menerima kiriman asap dari kawasan selatan.

Di sisi lain, asap dari kebakaran yang terjadi di wilayah Jambi justru bergerak mengikuti arah angin menuju wilayah lain, termasuk ke arah Pekanbaru.

“Asap karhutla yang terjadi di Jambi terbawa angin ke arah Pekanbaru, sedangkan di Jambi sendiri dipenuhi asap yang dibawa angin dari kawasan gambut Desa Medak, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang letaknya lebih dekat,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap yang terjadi di Kota Jambi tidak hanya berkaitan dengan titik api yang berada di dalam wilayah administrasi Provinsi Jambi. Pergerakan asap lintas wilayah turut memengaruhi kondisi udara di Kota Jambi.

BMKG terus memantau perkembangan arah dan kecepatan angin serta sebaran titik panas untuk melihat potensi perubahan kondisi kabut asap dalam beberapa waktu ke depan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga disarankan apabila kondisi udara memburuk.