JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Sembilang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terus meluas hingga merembet ke kawasan Taman Nasional Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Kondisi tersebut terpantau dalam patroli udara Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Jambi pada Minggu.
Kobaran api terlihat berada di kawasan dua taman nasional yang lokasinya saling berbatasan antara Sumatera Selatan dan Jambi.
Sementara, heli Water Bombing yang dikerahkan petugas masih terus berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke Provinsi Jambi.

Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Jambi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, mengatakan api yang sebelumnya berada di kawasan Taman Nasional Sembilang kini telah menjalar masuk ke wilayah Jambi.
Menurut Nyamin, penanganan kebakaran menghadapi kendala serius karena lokasi yang terbakar belum memiliki akses jalan darat. Kondisi tersebut membuat personel gabungan belum dapat masuk langsung ke titik api untuk melakukan pemadaman dari darat.
“Kebakaran yang berada di perbatasan Taman Nasional Sembilang ini adalah perbatasan Sumsel dan Jambi. Kondisi sekarang api sudah menjalar masuk ke Jambi, untuk petugas belum masuk karena belum ada jalan masuk ke sana,” ujarnya, Senin (14/9/2029).
Dia menjelaskan, hingga saat ini pemadaman masih mengandalkan helikopter water bombing. Upaya tersebut dilakukan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas di kawasan taman nasional yang didominasi lahan gambut.
Ketiadaan akses darat juga membuat upaya membuat sekat kanal dan penanganan langsung di lokasi kebakaran belum dapat dilakukan secara maksimal.
Padahal, sekat kanal dibutuhkan untuk mengendalikan kondisi lahan gambut sekaligus mencegah api menjalar lebih jauh.
Nyamin mengatakan alat berat telah dikirim menuju lokasi untuk membuka akses darat sekaligus membantu membuat sekat kanal di kawasan yang terbakar.
Pembukaan jalur ini diharapkan dapat memudahkan personel Satgas Karhutla masuk ke lokasi untuk melakukan penanganan secara langsung.
“Belum ada alat berat buat sekat kanal di lokasi-lokasi yang terbakar. Tapi tadi malam sudah dikirim alat berat untuk menyekat api di lokasi kebakaran,” katanya.
Alat berat tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk membuat sekat kanal, tetapi juga membuka jalan menuju titik kebakaran. Setelah akses tersedia, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya akan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan dari darat.
“Untuk saat ini belum ada petugas ke lokasi lantaran belum ada jalan darat. Nantinya alat berat ini untuk membuat jalan masuk sekaligus sekat kanal,” jelas Nyamin.
Sementara itu, operasi water bombing terus dilakukan dari udara sebagai langkah cepat untuk mengendalikan kobaran api.
“Upaya tersebut menjadi salah satu strategi utama mengingat medan yang sulit dijangkau dan belum tersedianya akses darat menuju titik-titik kebakaran,” tuturnya.
Saa ini, petugas penanggulangan Karhutla Jambi terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan perbatasan tersebut. Langkah cepat dilakukan agar api tidak semakin meluas dan masuk lebih jauh ke kawasan Taman Nasional Berbak yang merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Provinsi Jambi.











