JAMBI.PILARDAERAH.COM – PT Pertamina EP Jambi Field terus memperkuat edukasi keselamatan bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi migas. Upaya ini dilakukan salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang digelar di Sport Center Pertamina EP Jambi, Kamis (27/8).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut dan pembelajaran atas insiden kebocoran pipa di Jalan Surya Darma KM 9, Kenali Asam Atas, Kota Jambi, pada awal Agustus lalu. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenali keberadaan jalur pipa, memahami potensi risikonya, serta mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan bersama.
Sedikitnya 100 warga dari Kecamatan Kota Baru, khususnya di Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah mengikuti edukasi mengenai keselamatan di sekitar infrastruktur migas serta pelatihan dasar menghadapi potensi kebakaran.
Kegiatan turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur TNI, Polri, Kecamatan Kota Baru, Dinas Pemadam Kebakaran & Penyelamatan Kota Jambi serta Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas, dan Kenali Asam Bawah. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan bersama antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan bahwa keberadaan jalur pipa migas perlu menjadi perhatian bersama karena berfungsi menyalurkan minyak dan gas sekaligus memiliki potensi risiko apabila mengalami kerusakan atau gangguan.
“Jalur pipa merupakan bagian penting dari kegiatan operasi migas. Karena mengalirkan fluida dan beroperasi dalam kondisi tertentu, keberadaannya perlu dijaga bersama agar tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Kurniawan.
Menurutnya, menjaga keamanan jalur pipa membutuhkan dukungan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya. Karena itu, masyarakat diharapkan mengetahui lokasi jalur pipa dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu atau merusak fasilitas tersebut, termasuk mendirikan bangunan di atas atau terlalu dekat dengan jalur pipa.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga area di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi. Jika menemukan kondisi yang tidak biasa atau aktivitas yang berpotensi mengganggu jalur pipa, kami berharap masyarakat segera melaporkannya kepada Pertamina atau aparat dan pemerintah setempat,” katanya.
*Jaga Ruang Aman di Sekitar Jalur Pipa*
Dalam kegiatan tersebut, tim HSSE Pertamina EP Jambi memberikan penjelasan mengenai fungsi jalur pipa, potensi bahaya, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu menjaga keselamatan di sekitarnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak jalur pipa maupun mendirikan bangunan yang dapat menghambat akses pengawasan, pemeriksaan, pemeliharaan, dan penanganan keadaan darurat.
Pesan tersebut menjadi penting karena ruang yang aman di sekitar jalur pipa dibutuhkan agar kondisi pipa dapat terus dipantau dan petugas dapat segera melakukan penanganan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Selain edukasi mengenai jalur pipa, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta tindakan awal yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
Mustari mengajak masyarakat memahami berbagai faktor yang dapat memicu kebakaran sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Menurutnya, pemahaman mengenai penyebab dan sumber risiko menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.
Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik dan simulasi pemadaman api menggunakan sarana yang sesuai, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Melalui simulasi tersebut, masyarakat memperoleh pengalaman langsung mengenai tindakan awal menghadapi kebakaran dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat koordinasi antara Pertamina EP Jambi, pemerintah daerah, aparat keamanan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta masyarakat dalam menghadapi potensi keadaan darurat, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran dapat meningkat.
Pertamina EP Jambi meyakini masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman di sekitar wilayah operasi. Semakin baik masyarakat mengenali potensi risiko dan mengetahui langkah yang tepat ketika menemukan kondisi darurat, semakin cepat pula pencegahan dan penanganan dapat dilakukan.
Melalui kegiatan ini, Pertamina EP Jambi yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) berharap kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi semakin meningkat. Sinergi perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama sekaligus mendukung keberlangsungan operasi migas untuk ketahanan energi nasional.











