Karhutla di Seponjen Membara Berhasil Dipadamkan, Lebih dari 10 Ha Lahan Terbakar

MUAROJAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, di tengah puncak musim kemarau. Kali ini, kebakaran terjadi di Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi pada Selasa malam.

Kobaran api membakar vegetasi ilalang dan semak belukar yang mengering akibat cuaca panas. Tiupan angin kencang di lokasi membuat api dengan cepat menjalar dan meluas ke sejumlah bagian lahan.

Berdasarkan informasi sementara dari petugas di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 10 hektare. Kebakaran tersebut didominasi lahan semak belukar dengan kondisi vegetasi yang cukup rapat dan mudah terbakar.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan pemadaman. Mereka harus berjibaku di tengah kondisi gelap dan medan semak belukar yang cukup sulit untuk menjangkau titik-titik api.

Kondisi di lokasi semakin menyulitkan proses pemadaman karena kobaran api membesar dan jarak pandang terbatas. Petugas juga harus menggunakan peralatan yang tersedia untuk membuat sekat bakar guna menghentikan pergerakan api agar tidak merambat ke area lain maupun mendekati permukiman warga.

Bhabinkamtibmas Desa Seponjen, Aiptu Sari Saparudin, dalam video yang beredar menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan awal, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah membenarkan adanya kebakaran lahan tersebut. Ia mengatakan, titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB.

“Untuk kebakaran di Seponjen diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Penyebabnya masih kami selidiki,” kata Bayu, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat sekitar.

Petugas sempat mengalami kendala karena kondisi api yang terus membesar dan jarak pandang yang terbatas di lokasi. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan hingga kobaran api utama berhasil dikendalikan.

“Petugas gabungan TNI-Polri dan BPBD, Manggala Agni serta masyarakat sekitar turun ke lokasi. Namun terganggu karena jarak pandang lantaran api yang terus membesar,” ujarnya.

Bayu menambahkan, sekitar pukul 21.30 WIB api berhasil dipadamkan. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 23.00 WIB untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Alhamdulillah sekitar pukul 21.30 WIB api telah berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Ia menyebutkan, luas lahan yang terbakar dalam peristiwa tersebut diperkirakan lebih dari 10 hektare.

Hingga kini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan. Petugas berwenang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal kebakaran.

Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau menjadi perhatian serius karena dapat membuat api kembali menyala apabila masih terdapat bara yang tertinggal di bawah permukaan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

Warga juga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lahan kering dan disertai angin kencang.