JAMBI.PILARDAERAH.COM – Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tugas negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Pesan tersebut disampaikan Brigjen TNI Nyamin yang juga menjabat sebagai Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) kepada petugas gabungan yang hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, udara panas yang menyengat serta kepungan asap dari lahan yang terbakar, Brigjen Nyamin meminta seluruh personel tetap fokus dan tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas.
“Ini adalah tugas negara. Saat ini, musuh kita adalah api akibat terjadinya kebakaran lahan,” ungkap Brigjen TNI Nyamin, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, tugas pemadaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan penanggulangan kebakaran, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kepentingan negara. Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
“Dalam menjalankan tugas negara hendaklah ikhlas karena Allah. Kita harus memastikan bahwa kebakaran lahan yang terjadi di Jambi bisa tertangani dengan baik tanpa ada asap yang bisa menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat dan negara,” tuturnya.
Brigjen Nyamin memastikan petugas gabungan sampai saat ini masih berada di lapangan. Mereka terus melakukan berbagai upaya untuk memadamkan titik api sekaligus melaksanakan pendinginan guna mencegah api kembali muncul.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan ketahanan fisik, kewaspadaan dan semangat yang tinggi karena karakteristik lahan yang terbakar, terutama lahan gambut, membuat proses pemadaman tidak mudah.
Selain mengandalkan upaya pemadaman, Brigjen Nyamin juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di tengah musim kemarau dan kondisi cuaca yang relatif panas.
“Masyarakat kami imbau jangan membakar lahan. Kondisi sekarang sangat rawan, api dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Dalam sepekan terakhir, kebakaran lahan di Provinsi Jambi tercatat mencapai sekitar 50 hektare. Salah satu lokasi yang terdampak berada di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan sejumlah pihak terkait terus melakukan penanganan di lokasi.
Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membakar lahan.
Brigjen Nyamin menegaskan, sinergi seluruh unsur dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla.
Ia berharap tidak ada lagi masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar sehingga potensi bencana kabut asap dapat ditekan.






