JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi masih belum sepenuhnya teratasi. Sejumlah titik api masih ditemukan di beberapa wilayah, meski intensitas kebakaran mulai menurun setelah hujan alami mengguyur sejumlah kawasan dalam dua hari terakhir.
Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan hujan yang turun dalam dua hari terakhir cukup membantu mengurangi titik api.
Namun, hujan belum terjadi secara merata sehingga proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh personel Satgas Karhutla.
“Alhamdulillah, dengan adanya hujan selama dua hari ini titik api sudah mulai berkurang. Tetapi hujan belum menyeluruh dan masih ada sejumlah titik api yang harus kita tangani,” ujar Nyamin, Rabu (23/9/2029).
Menurutnya, kondisi di kawasan taman nasional juga mulai terbantu oleh turunnya hujan. Namun, hujan yang terjadi di wilayah tersebut masih dalam intensitas kecil sehingga belum mampu sepenuhnya mengatasi potensi kebakaran, terutama pada lahan yang memiliki kondisi kering dan rawan terbakar.
Saat ini, lanjut Nyamin, tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi masih melakukan proses pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api yang berada di dalam lahan tidak kembali muncul dan meluas.
“Ini masih proses pendinginan yang dilakukan tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi,” kata Brigjen TNI Nyamin yang juga menjabat Danrem 042/Gapu Jambi.
Nyamin menjelaskan, petugas saat ini masih berkonsentrasi menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pemadaman dilakukan di kawasan Parit Culun, Kecamatan Rantau Rasau, serta di Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu.
“Petugas masih melakukan pemadaman di Kabupaten Tanjab Timur, kawasan Parit Culun dan Kecamatan Rantau Rasau, serta di Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu,” jelasnya.
Ia menyebut, munculnya titik-titik kebakaran di wilayah Jambi juga tidak terlepas dari pergerakan kebakaran dari wilayah lain. Sebagian titik api diketahui berada di kawasan yang berbatasan dan terdampak kebakaran yang sebelumnya terjadi di wilayah Sumatera Selatan.
“Itu dari sebelah barat ada, dari timur juga ada. Ini dimulai dari kebakaran wilayah Sumatera Selatan yang sudah masuk wilayah Provinsi Jambi,” ungkap dia
Meski kondisi mulai membaik, Satgas Karhutla Jambi tetap meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun saat ini dinilai belum cukup untuk menghilangkan seluruh potensi kebakaran, sehingga patroli, pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan secara berkelanjutan.
Nyamin berharap hujan dengan intensitas lebih tinggi dapat kembali mengguyur wilayah Jambi dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan perkiraan, peluang hujan masih ada dalam dua hari mendatang.
“Kita berharap ke depannya terjadi hujan deras sehingga tidak terjadi lagi Karhutla. Diperkirakan dua hari ke depan terjadi hujan,” pungkas Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi.






