Perkuat Swasembada Pangan, Bulog Jambi Serap 382 Ton Jagung Petani Lokal

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional terus menunjukkan hasil positif di berbagai daerah.

Di Provinsi Jambi, Perum Bulog Wilayah Jambi mencatat serapan jagung hasil panen masyarakat dari program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto mencapai 382 ton sepanjang Januari hingga 18 Mei 2026.

Jumlah tersebut setara 6,7 persen dari target pengadaan jagung Provinsi Jambi tahun ini yang dipatok sebesar 6.200 ton.

Serapan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi produksi dalam negeri.

Pimpinan Wilayah Bulog Jambi, Wiwin Indratno, mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan.

“Harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah di atas Rp6.400 per kilogram dan jagung sudah dalam kondisi dikemas karung,” ujar Wiwin, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, jagung yang dibeli Bulog wajib memenuhi standar kualitas, seperti kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin sesuai ketentuan pemerintah. Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga kualitas bahan pangan sekaligus mendukung kebutuhan industri peternakan nasional.

Wiwin menyebut capaian serapan jagung tahun ini cukup menggembirakan mengingat periode berjalan baru memasuki lima bulan pertama.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 target pengadaan jagung di Jambi sebesar 1.000 ton dengan realisasi sekitar 500 ton.

“Ini baru lima bulan. Kita berharap minimal bisa melampaui realisasi jagung tahun lalu,” katanya.

Ia menilai keberhasilan menjaga pasokan pangan nasional menjadi bukti bahwa Indonesia mulai mampu mengurangi ketergantungan impor, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung.

“Selama dua tahun beras dan jagung tidak impor. Kenapa tidak impor? Karena kita sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berarti sudah swasembada pangan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani karena harga jual hasil panen menjadi lebih stabil dan menguntungkan.

“Untuk Harga gabah kering panen di petani 6.500/Kg dan Harga Jagung di gudang bulog 6.400/kg” tandasnya.

Selain menyerap hasil panen petani, Bulog Jambi juga mulai mendistribusikan jagung kepada sektor peternakan guna menjaga rantai pasok pangan nasional. Saat ini terdapat dua UMKM peternak ayam di Jambi yang menerima alokasi distribusi tahap awal sebanyak 297 ton.

“Semua data peternak penerima SPHP jagung sudah ada SK-nya dari Bapanas dan telah memenuhi persyaratan sebagai peternak penerima SPHP jagung dan bulog hanya menyalurkan sesuai data dari bapanas,” ujarnya.

Hingga kini, realisasi distribusi baru mencapai 28 ton. Bulog memastikan stok jagung tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan peternak.

“Kalau mereka ingin mengambil 297 ton silakan saja karena stok sudah ada dan langsung bisa diambil,” pungkas Wiwin.