JAKARTA.PILARDAERAH.COM — Batik Jambi karya Ny. Ruslaini Fadli sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini Jakarta, 7–9 Mei 2026. Memasuki hari kedua pelaksanaan, Jumat (8/5/2026), Booth 65 milik Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi menjadi salah satu stand yang paling ramai dikunjungi.
Beragam motif khas Jambi dengan sentuhan elegan dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran booth ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi, Ny. Chichi Putra Negara, serta pembinaan langsung dari Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han.
Nuansa budaya Melayu Jambi begitu terasa di Booth 65. Ornamen khas daerah dipadukan dengan koleksi batik tulis dan cap yang menampilkan kekayaan wastra Nusantara dari tepian Batanghari.
Ny. Chichi Putra Negara mengatakan keikutsertaan Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi merupakan bentuk dukungan terhadap program Persit Pusat dalam penguatan budaya dan pemberdayaan UMKM.
“Seluruh koleksi yang dipamerkan merupakan karya Ny. Ruslaini Fadli. Kami ingin Batik Jambi semakin dikenal luas di tingkat nasional,” ujar Ny. Chichi.
Sementara itu, Ny. Ruslaini Fadli menghadirkan sejumlah motif unggulan khas Jambi, seperti Motif Durian Pecah, Motif Sanggat dan Kapal Sanggat, hingga Motif Kuo-Kuo yang terinspirasi dari burung kuau khas Sumatera.
Motif Durian Pecah melambangkan keterbukaan dan kejujuran masyarakat Jambi. Sedangkan Motif Sanggat dan Kapal Sanggat menggambarkan kehidupan masyarakat Sungai Batanghari serta kejayaan perdagangan sungai pada masa lampau.
Adapun Motif Kuo-Kuo menampilkan filosofi keanggunan dan kewaspadaan dengan sentuhan pewarna alam dari kulit manggis dan kayu sepang yang menghasilkan warna khas merah kecokelatan.
Seluruh proses pembuatan batik dilakukan secara tulis dan cap di Sanggar “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” dengan tetap mempertahankan kualitas serta nilai tradisi.
Pada hari kedua pelaksanaan, pengunjung juga antusias mengikuti demo membatik yang diperagakan langsung oleh Ny. Ruslaini Fadli. Didampingi Ny. Chichi Putra Negara, pengunjung diajak mencoba teknik mencanting motif Durian Pecah.
“Awalnya terlihat mudah, ternyata membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi,” ujar salah satu pengunjung usai mencoba membatik.
Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas anggota Persit yang terus berupaya melestarikan budaya daerah melalui karya batik.
“Kami bangga karena ini bukan hanya tentang ekonomi kreatif, tetapi juga menjaga identitas dan budaya Jambi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Hingga sore hari, sejumlah produk batik berhasil menarik minat pengunjung, terutama kain batik tulis motif Kapal Sanggat dan selendang motif Kuo-Kuo.
Keberhasilan partisipasi Booth 65 dinilai menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara pembinaan organisasi, kreativitas anggota Persit, dan pelestarian budaya mampu menghadirkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas Jambi di panggung nasional.
Ajang Persit Bisa 2 masih berlangsung hingga 9 Mei 2026 di Balai Kartini Jakarta. Booth 65 Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi terbuka bagi masyarakat yang ingin melihat langsung keindahan Batik Jambi karya anak daerah.











