Langkah Kreatif Persit KCK Kodim 0419/Tanjab Dorong UMKM Eceng Gondok Tembus Pasar Nasional

TANJABTIMUR.PIILARDAERAH.COM – Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Di Provinsi Jambi, hingga tahun 2025 tercatat sekitar 265 ribu pelaku UMKM aktif yang berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Salah satu inovasi yang kini berkembang datang dari tangan kreatif anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjung Jabung. Mereka mengolah tanaman eceng gondok—yang sebelumnya dikenal sebagai gulma perairan—menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, seperti keranjang buah yang ramah lingkungan.

Kerajinan ini dibuat secara manual melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pengeringan bahan baku, penganyaman, hingga pembentukan produk akhir. Hasilnya, keranjang eceng gondok memiliki karakteristik kuat, ringan, serta nilai estetika alami yang diminati pasar.

Salah satu pelaku UMKM yang mengembangkan kerajinan ini adalah Ny. Ana Rianty Riko. Berawal dari hobi membuat kerajinan tangan, ia kini berhasil menjadikan eceng gondok sebagai produk unggulan yang memiliki nilai jual.

“Awalnya hanya hobi, lalu saya tekuni dan kembangkan agar bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Ana.

Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi penjualan hingga persaingan pasar. Namun, dengan ketekunan dan konsistensi, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi, usahanya tetap bertahan bahkan terus berkembang.

Menurut Ana, selain memiliki nilai ekonomi, pemanfaatan eceng gondok juga menjadi solusi ramah lingkungan. Tanaman yang sebelumnya dianggap mengganggu ekosistem perairan kini dapat diolah menjadi produk bernilai guna.

Dukungan dari Persit dan pembina turut memperkuat pengembangan usaha ini. Kerajinan eceng gondok pun menjadi simbol kemandirian dan kreativitas anggota Persit dalam mendukung ekonomi keluarga.

Saat ini, produk keranjang buah eceng gondok tersebut tengah dipersiapkan untuk mengikuti ajang “Persit BISA 2” tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi UMKM binaan Persit untuk memperkenalkan produk unggulan ke pasar yang lebih luas, termasuk tingkat nasional.

Melalui ajang tersebut, diharapkan kerajinan eceng gondok dapat semakin dikenal sebagai produk khas daerah yang memiliki daya saing tinggi sekaligus ramah lingkungan.

Ana berharap, partisipasinya dalam ajang tersebut tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar serta mendorong kesadaran akan pentingnya produk berkelanjutan.

Kerajinan eceng gondok menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi. Dari tanaman yang semula dianggap gulma, kini lahir produk kreatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.