JAMBI.PILARDAERAH.COM — Demo mahasiswa dan masyarakat di Gedung DPRD Provinsi Jambi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi masih berlangsung.
Mobil mini bus yang diduga milik anggota dewan yang terparkir di gedung DPRD Provinsi Jambi ludes dibakar massa.
Api dan asap hitam membumbung tinggi ke angkasa. Namun tidak ada satupun petugas yang berani memadamkan api terus menghanguskan mobil tersebut.
Tidak hanya itu, dua baleho milik Pemerintah Provinsi Jambi terkait HUT ke-80 RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang tegak di halaman Kantor Gubernur Jambi ikut dibakar massa.
Sementara, ratusan massa yang coba menerobos benteng hidup Brigadir Brimob Polda Jambi berhasil bertahan dari amukan massa.
Untuk memecah massa yang terus menyerang dibalik tameng petugas, personel Brimob terpaksa meletuskan kembali gas air mata.
Akibatnya, massa kocar kacir mundur ke belakang. Ditambah lagi tembakan air dari mobil water Cannon yang berhasil membubarkan massa.
Salah seorang mahasiswa, Edi mengaku aksi ini menolak kenaikan gaji anggota DPR sebesar Rp300 juta dan solidaritas atas tewasnya seorang Ojol akibat terlindas mobil tastis Brimob saat aksi di Jakarta.
“Kami tidak menginginkan kejadian seperti ini, tapi sudah di luar kendali kita,” ujarnya.
Menurutnya, tadi sejumlah korlap aksi sudah berusaha menghalau tapi banyak juga yang beda persepsi sehingga terjadi provokasi dan provokator yang berbahaya.
“Ini sangat mencoreng perjuangan BEM mahasiswa dan aliansi masyarakat di Jambi,” tandas Edi.