MERANGIN.PILARDAERAH.COM — Perayaan Hari Guru di SD Negeri 270/VI Muara Panco Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, berubah menjadi insiden serius setelah puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai meminum es campur yang dibagikan oleh pihak sekolah. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (26/11/2025) dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.
Sebanyak 20 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga beberapa di antaranya pingsan. Para guru dan orang tua langsung mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani Bangko untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Zakira, salah satu orang tua murid, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika pihak sekolah memberikan minuman es campur kepada seluruh siswa sebagai bentuk peringatan Hari Guru. Tidak lama setelah minuman habis dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman.
“Tidak lama kemudian para siswa langsung mengalami pusing dan mual, bahkan ada yang sampai pingsan. Kami langsung membawa anak kami ke rumah sakit agar cepat mendapat perawatan intensif,” ungkapnya dengan nada cemas.
Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Kesehatan Merangin, dr. Sony, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sampel minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium di Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pastinya.
“Untuk memastikan sumber keracunan, kami harus menunggu hasil laboratorium. Sampelnya sudah kami amankan dan segera dikirim ke Jambi,” ujar dr. Sony.
Para orang tua murid berharap pemerintah dan pihak sekolah bertindak cepat mengusut tuntas penyebab insiden ini. Mereka juga meminta pihak sekolah untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas makanan atau minuman yang diberikan kepada siswa.
Sementara itu, pihak Dinkes dan Polres Merangin masih terus melakukan pendalaman informasi terkait kronologis kejadian. Petugas juga menelusuri apakah masih terdapat sisa makanan atau minuman yang dikonsumsi siswa untuk dijadikan bahan analisis lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, sebagian siswa masih menjalani perawatan dan observasi di RSU Kolonel Abunjani Bangko. Pihak rumah sakit memastikan seluruh siswa dalam penanganan yang sesuai dan kondisi mereka bertahap menunjukkan perkembangan.






