JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Tiga prajurit terbaik TNI AD gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (4/11/2026).
Duka mendalam atas peristiwa tersebut turut dirasakan keluarga besar Korem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi.
Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin atas gugurnya ketiga prajurit yang tengah menjalankan tugas negara dalam operasi penanggulangan karhutla.
Menurut Nyamin, musibah tersebut menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar TNI AD. Terlebih, para prajurit gugur ketika menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, yang menjadi salah satu ancaman serius menjelang berakhirnya musim kemarau.
“Selain menyampaikan rasa prihatin, kami juga mendoakan semoga para korban mendapatkan tempat yang layak dan mulia di sisi Allah SWT, serta diampuni segala dosa-dosanya,” ungkapnya, Jumat (6/11/2026).
Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, pengorbanan para prajurit dalam menjalankan tugas negara merupakan bentuk dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 milik TNI AD mengalami kecelakaan ketika melaksanakan operasi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. Insiden tragis tersebut terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, sekitar pukul 11.18 WIB.
Kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang menjalankan misi water bombing atau pemadaman kebakaran menggunakan metode pengeboman air. Saat itu, helikopter tengah melakukan pengambilan air laut untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan tersebut.
Sebelum mengalami kecelakaan, helikopter Mi-17V5 tersebut diketahui lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Pesawat kemudian bergerak menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam peristiwa tersebut masing-masing Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka, ketiga prajurit tersebut diberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) secara anumerta.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi institusi TNI AD sekaligus mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi para prajurit dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana, khususnya operasi pemadaman karhutla melalui jalur udara.
Pengabdian ketiga prajurit tersebut menjadi bukti nyata bahwa tugas menjaga keselamatan masyarakat dan melindungi lingkungan dari ancaman bencana membutuhkan pengorbanan yang tidak kecil.











