OJK Catat Literasi Keuangan Jambi 72,24 Persen, Al Haris Dorong Percepatan Akses Keuangan

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya mengungkapkan, indeks literasi keuangan masyarakat Jambi telah mencapai 72,24 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Namun, indeks inklusi keuangan yang masih berada di kisaran 92 persen menjadi tantangan tersendiri untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Yan Iswara menegaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, hingga komunitas masyarakat. Upaya tersebut penting agar masyarakat semakin mudah mengakses produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Jambi Financial Fest 2026 bertema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” yang digelar di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026) malam.

Kegiatan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 tersebut dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., serta sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas pelajar Sekolah Rakyat, siswa SMA/SMK, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Jambi dan seluruh industri jasa keuangan yang telah menginisiasi Jambi Financial Fest 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Menurut Al Haris, capaian inklusi keuangan Jambi yang masih berada di bawah target nasional harus menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk bekerja lebih cepat. Ia berharap target nasional dapat dicapai lebih awal tanpa harus menunggu batas waktu yang ditetapkan pada 2029.

“Jambi masih tertinggal sekitar satu persen dibandingkan target nasional. Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris.

Literasi Keuangan Jambi Lampaui Nasional

Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menjelaskan, indeks literasi keuangan Jambi sebesar 72,24 persen menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan terus berkembang.

Meski demikian, peningkatan pemahaman tersebut harus diikuti dengan perluasan akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal. Dengan indeks inklusi yang masih berada di kisaran 92 persen, masih terdapat ruang untuk meningkatkan keterjangkauan layanan keuangan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, indeks literasi keuangan Provinsi Jambi sudah berada di atas nasional, yakni 72,24 persen. Namun, untuk inklusi keuangan, kita masih harus bekerja lebih keras karena masih berada di kisaran 92 persen. Ini membutuhkan dukungan seluruh pihak agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan,” jelas Yan Iswara.

Ia menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak cukup hanya melalui kegiatan sosialisasi. Edukasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

OJK Provinsi Jambi juga mendorong keterlibatan duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka untuk memperluas edukasi kepada masyarakat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Yan Iswara, sinergi pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakannya secara bijak.

Transaksi Inklusi Keuangan Tembus Rp80,35 Miliar

Dalam pemaparannya, Yan Iswara turut mengungkapkan perkembangan pelaksanaan program Bulan Inklusi Keuangan di Provinsi Jambi sepanjang September hingga Oktober 2026.

Realisasi kegiatan inklusi keuangan selama periode tersebut mencapai Rp80,35 miliar, meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52 miliar.

Sementara itu, kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan mencapai 144 kegiatan atau meningkat 5,11 persen, dengan jumlah peserta sebanyak 14.697 orang.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas edukasi dan perluasan akses keuangan di Provinsi Jambi. Namun, upaya peningkatan inklusi keuangan tetap perlu diperkuat agar manfaat layanan keuangan formal dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan masyarakat, OJK bersama industri jasa keuangan juga memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri atau personal accident kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa yang mengikuti Jambi Financial Fest 2026.

Perlindungan tersebut diberikan selama satu tahun sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

Al Haris Minta Perluasan Akses Keuangan Dipercepat

Gubernur Al Haris menilai, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup dilakukan dengan menyediakan layanan perbankan maupun berbagai produk keuangan. Masyarakat juga perlu memahami manfaat, keamanan, kenyamanan, serta kemudahan dalam memanfaatkan layanan tersebut.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang telah mengenal layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memanfaatkannya karena keterbatasan pemahaman, kendala akses, maupun belum tumbuhnya kesadaran mengenai manfaat layanan keuangan formal.

Karena itu, ia meminta seluruh pelaku industri jasa keuangan terus meningkatkan edukasi, memperluas jangkauan pelayanan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan, asuransi, investasi, dan berbagai layanan keuangan lainnya.

“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda, kita berharap target nasional dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian target inklusi keuangan.

Ia berharap Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat program edukasi dan memperluas akses keuangan secara berkelanjutan hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Jambi.

Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan memiliki kaitan erat dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Provinsi Jambi. Pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini masih di kisaran 4,9 persen dan kita berharap ke depan bisa mengejar angka 5 persen. Kita ingin terus berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Indeks Inklusi Keuangan Nasional Capai 93,61 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dilakukan melalui kerja sama OJK, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks inklusi keuangan nasional tercatat sebesar 93,61 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen.

Data tersebut menjadi acuan penting bagi daerah untuk mempercepat pemerataan akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.

Dengan indeks literasi keuangan Jambi sebesar 72,24 persen, tantangan berikutnya adalah memastikan pemahaman tersebut berjalan seiring dengan peningkatan akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama OJK dan industri jasa keuangan diharapkan dapat memperkuat program edukasi, memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan perlindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Yan Iswara juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas produk dan layanan jasa keuangan sebelum menggunakannya. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan yang dapat menimbulkan kerugian.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan resmi OJK apabila menghadapi persoalan terkait layanan jasa keuangan serta melaporkan dugaan penipuan melalui saluran pelaporan resmi yang tersedia.

Melalui Jambi Financial Fest 2026, OJK dan Pemerintah Provinsi Jambi berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun masyarakat yang cerdas secara finansial, terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Kepala BPS Provinsi Jambi, Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Kepala BPKP Provinsi Jambi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi, serta pimpinan perbankan dan industri jasa keuangan, di antaranya Bank Jambi, Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, BCA, Perbanas, Taspen, Pegadaian, Jasa Raharja, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.