JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Siginjai 2026 di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Senin (26/10/2026) sore.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat, penurunan angka kecelakaan, serta terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Jambi.
Pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2026 menjadi perhatian serius setelah evaluasi operasi sebelumnya mencatat 20 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan 12 orang menderita luka ringan. Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp181 juta.
Selain angka kecelakaan, evaluasi juga mencatat sebanyak 13.893 pelanggaran lalu lintas yang ditindak melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tilang manual, dan teguran. Data tersebut menjadi salah satu dasar penguatan upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Subandi, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Jambi, perwakilan Korem 042/Gapu, Denpom II/Jambi, PT Jasa Raharja, serta sejumlah instansi terkait.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi dilaksanakan di wilayah hukum Polda Jambi.
Operasi Patuh Siginjai 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.” Operasi melibatkan unsur Satbrimob, Dit Samapta, Dit Polairud, Ditlantas Polda Jambi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, gabungan Dinas Kesehatan dan Pemadam Kebakaran, serta personel lainnya yang telah ditugaskan.
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berkendara.
Menurut Widodo, pelaksanaan operasi akan mengedepankan langkah preventif, edukatif, dan penegakan hukum secara profesional. Upaya yang dilakukan meliputi deteksi dini terhadap lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan, penyuluhan kepada masyarakat, edukasi safety riding dan safety driving, optimalisasi penegakan hukum elektronik, serta penguatan koordinasi dengan TNI dan instansi terkait.
“Operasi Patuh Siginjai 2026 akan berlangsung selama 14 hari dengan sasaran utama penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, peningkatan keselamatan berkendara, serta penanganan titik-titik rawan kemacetan. Kami mengedepankan upaya edukasi dan pencegahan, disertai penegakan hukum secara profesional dan humanis,” tegas Kapolda Jambi.
Kapolda juga menyoroti pentingnya keteladanan personel kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara rutin turun langsung ke jalan setiap Senin pagi untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas. Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pimpinan sekaligus upaya memastikan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari pelayanan publik, sehingga seluruh personel harus hadir, tanggap, dan memberikan pelayanan secara humanis. Saya mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Widodo menekankan bahwa keberhasilan menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan instansi terkait lainnya perlu terus diperkuat, baik dalam upaya pencegahan kecelakaan maupun penanganan persoalan lalu lintas.
Penertiban kendaraan yang mengalami kelebihan dimensi dan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Kendaraan yang tidak sesuai ketentuan dimensi dan muatan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Kapolda Jambi turut mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh peraturan lalu lintas, menaati rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang lengkap, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan. Masyarakat juga diminta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menaati rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Hindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menekan angka kecelakaan tanpa dukungan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.
“Mari kita bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab kita semua. Dengan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan serta mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan di Provinsi Jambi,” tutup Widodo.
Melalui Operasi Patuh Siginjai 2026, Polda Jambi berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan, serta tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Provinsi Jambi.









