JAMBI.PILARDAERAH.COM – Dukungan terhadap program ketahanan energi nasional terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan jurnalis di Provinsi Jambi melalui pembentukan Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi yang berkomitmen mendukung upaya pemerintah mencapai target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.
Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi secara resmi dibentuk dan dideklarasikan oleh penggagasnya, Rolanda Hasibuan, di sela-sela kegiatan Edukasi Migas bagi Generasi Muda yang diselenggarakan media online sinarjambi.com di Auditorium RRI Jambi, Telanaipura, Kamis (22/10/2026) pagi.
Pembentukan wadah tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen insan pers untuk mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sektor energi bagi perekonomian nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Syafei Syafri, Analis Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel Vicky Tri Laksono, Dirpamobvit Polda Jambi Kombes Pol Bachtiar Alfonso, Wadirreskrimsus Polda Jambi AKBP Agung, Administrator Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Kaspul Halim, Kepala Stasiun RRI Jambi Dadan Sutaryana, serta Officer Media Relation PHR Zona 1 Renita Yulia Kuswindriati dan sejumlah undangan lainnya.
Rolanda Hasibuan, yang juga menjabat Pemimpin Redaksi sinarjambi.com, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pembentukan Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi. Saat ini, wadah tersebut telah beranggotakan 15 media.
Ia berharap kehadiran organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi bagi insan pers untuk berkontribusi dalam mendukung program pemerintah di sektor energi, khususnya dalam mendorong pencapaian target produksi migas nasional pada 2030.
“Alhamdulillah, hari ini Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi saya nyatakan dibentuk untuk mendukung program pemerintah dalam mengejar produksi minyak 1 juta barel dan gas bumi 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030,” ujar Rolanda yang dipercaya sebagai Koordinator Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi.
Menurutnya, pembentukan wadah tersebut tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi antarmedia, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kepedulian jurnalis terhadap keberlangsungan bisnis hulu migas di Indonesia.
Komitmen itu turut diwujudkan melalui kegiatan edukasi migas yang melibatkan 120 pelajar dari 20 SMA/SMK se-Kota Jambi. Para peserta diberikan pemahaman mengenai peran industri hulu migas, pentingnya menjaga keberlangsungan produksi energi, serta kontribusi sektor migas dalam menopang perekonomian nasional.
Rolanda menilai, generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai sektor energi sejak dini. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami tantangan industri migas sekaligus menyadari pentingnya dukungan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ia juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan SKK Migas Sumbagsel dalam kegiatan tersebut. Ke depan, Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi berharap dapat membangun sinergi dengan SKK Migas Sumbagsel dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Jambi.
Sejumlah KKKS yang beroperasi di Provinsi Jambi di antaranya Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, PetroChina International Jabung Ltd, Jadestone Energy (Lemang) Pte Ltd, Jindi South Jambi B Ltd, Seleraya Merangin Dua, Montd’or Oil Tungkal Ltd, dan Repsol South East Jambi.
Kolaborasi antara jurnalis, SKK Migas, dan KKKS diharapkan dapat memperkuat penyebarluasan informasi yang akurat dan edukatif mengenai industri hulu migas. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman publik terhadap kontribusi industri energi, termasuk berbagai tantangan dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi.
“Ke depan, tentunya kami siap bersinergi dengan SKK Migas Sumbagsel dan KKKS wilayah Jambi untuk bersama-sama menyukseskan ketahanan energi nasional,” pungkas pria yang akrab disapa Rolan tersebut.
Pembentukan Jurnalis Peduli Migas Provinsi Jambi diharapkan menjadi langkah awal bagi keterlibatan insan pers yang lebih aktif dalam mendukung edukasi energi, memperluas wawasan masyarakat, serta mengawal penyampaian informasi mengenai industri migas secara profesional dan bertanggung jawab.












