Atasi Karhutla di Perbatasan Jambi-Sumsel, Gubernur Jambi, Kapolda dan Danrem Lepas Ratusan Personel Satgas Karhutla

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, masih menjadi perhatian serius.

Ratusan personel gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di kawasan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan.

Pengerahan pasukan tersebut ditandai dengan pelepasan keberangkatan personel oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo dan Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) di Posko Udara, Bandara Lama Sultan Thaha Jambi, Minggu (18/10/2026).

Sebanyak 148 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, SAR, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) disiapkan untuk membantu memadamkan api di sejumlah titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Untuk mendukung operasi tersebut, personel akan diangkut menggunakan helikopter MI-17 V5 milik TNI Angkatan Darat dari Skadron 31 Semarang.

Penggunaan helikopter menjadi langkah strategis karena kondisi medan dan keterbatasan akses darat menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI atas dukungan armada udara untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Jambi, khususnya di kawasan Taman Nasional Berbak.

“Alhamdulillah, sudah disetujui dan hari ini bisa digunakan untuk mengedrop pasukan darat ke lokasi kebakaran. Ini memang harus melalui jalur udara karena akses darat tidak bisa ditempuh,” ujar Al Haris.

Menurutnya, keberadaan helikopter sangat penting untuk mempercepat mobilisasi personel menuju titik-titik kebakaran. Setelah titik pendaratan dan sumber air berhasil dipastikan, petugas diharapkan dapat segera melakukan pemadaman di lokasi yang telah ditentukan.

Al Haris berharap pengerahan pasukan tambahan tersebut mampu mempercepat penanganan kebakaran, terutama di kawasan Taman Nasional Berbak dan wilayah perbatasan Sumatera Selatan.

“Jika api berhasil dipadamkan secara menyeluruh, kondisi udara di Jambi diharapkan segera membaik sehingga kabut asap yang mengganggu masyarakat dapat berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menjelaskan, personel gabungan akan didaratkan di tiga lokasi prioritas di Kabupaten Tanjab Timur, yakni Labuhan Pering di Kecamatan Sadu, Sungai Rambut, dan Sungai Aur.

Operasi pemadaman direncanakan berlangsung selama satu pekan untuk memperkuat satgas karhutla darat dalam upaya penanggulangan karhutla yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Selain membawa personel, helikopter juga dimanfaatkan untuk mendukung pengangkutan perlengkapan operasional yang dibutuhkan petugas di lapangan.

Peralatan yang disiapkan antara lain selang, pompa air, tenda, serta perlengkapan perorangan guna menunjang pelaksanaan tugas selama operasi pemadaman.

Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan selama bertugas.

Menurutnya, operasi pemadaman di kawasan hutan memiliki risiko tinggi, mulai dari kondisi api dan asap hingga ancaman satwa liar.

“Jaga kesehatan dan keamanan. Tugas akan berhasil bila semua petugas kembali dalam keadaan selamat,” tegas Widodo.

Pengerahan 148 personel gabungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya Satgas Karhutla Provinsi Jambi dalam menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak.

Dengan dukungan armada udara, peralatan pemadaman, serta sinergi lintas instansi, upaya menjangkau titik api yang selama ini sulit diakses diharapkan berjalan lebih efektif.

Penanganan karhutla di kawasan perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan menjadi penting karena kebakaran yang terus berlangsung berpotensi memperburuk kualitas udara dan memperluas dampak kabut asap.

Karena itu, percepatan pemadaman dan keselamatan seluruh personel menjadi prioritas dalam operasi tersebut.