JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membara di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi.
Kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut menjadi perhatian serius karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan (Sumsel), dan turut memicu kabut asap di Jambi.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, sebanyak 148 personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) disiapkan untuk didaratkan ke sejumlah titik kebakaran.
Pelaksana Harian (Plh) Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan pengerahan personel tersebut difokuskan pada tiga lokasi yang hingga kini masih ditemukan titik api di kawasan Taman Nasional Berbak.
“Kita akan kerahkan 148 personel gabungan TNI-Polri, BPBD, SAR, Manggala Agni dan MPA untuk memadamkan api di tiga lokasi di kawasan Taman Nasional Berbak, Tanjab Timur, yang juga berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang, Sumsel,” ungkap Nyamin, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Nyamin, ratusan personel tersebut akan menjalankan tugas selama satu pekan. Pengerahan ini diharapkan dapat memperkuat kekuatan Satgas Karhutla yang saat ini masih berjibaku menangani kebakaran di kawasan tersebut.
Rencananya, pada Minggu pagi (18/10/2026), seluruh personel akan diterbangkan menggunakan helikopter MI-17 V5 milik TNI Angkatan Darat dari Skadron 31 Semarang. Helikopter tersebut akan digunakan untuk mengangkut personel menuju lokasi penugasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Nyamin yang juga menjabat sebagai Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi menjelaskan, tiga lokasi yang menjadi sasaran pengerahan personel meliputi Labuhan Pering di Kecamatan Sadu, Sungai Rambut, dan Sungai Aur, Kabupaten Tanjab Timur.
“Rencananya mereka akan di-drop atau didaratkan di tiga lokasi di Kabupaten Tanjab Timur, yakni fokus di Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Sungai Rambut, dan Sungai Aur selama sepekan,” jelasnya.
Selain mengerahkan personel, Satgas Karhutla juga menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung pemadaman. Peralatan yang dibawa antara lain selang, pompa air, tenda, serta perlengkapan perorangan untuk menunjang kebutuhan personel selama bertugas di lapangan.
Nyamin menegaskan, keberadaan personel tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, terutama di lokasi yang hingga kini masih ditemukan kebakaran. Penempatan personel di sejumlah titik strategis juga menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut.
Untuk mendukung mobilisasi pasukan menuju lokasi, helikopter MI-17 V5 TNI AD dari Skadron 31 Semarang dijadwalkan diterbangkan oleh Kapten CPN Lucky. Penggunaan helikopter menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pergerakan personel dan logistik ke wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Pengerahan 148 personel gabungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Satgas Karhutla darat Provinsi Jambi dalam menghadapi kebakaran yang masih berlangsung di Taman Nasional Berbak.
Operasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemadaman di tiga lokasi sasaran sekaligus membantu menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.












