Karhutla Mulai Terkendali, Plh Dansatgas: Jambi Tidak Ada Fire Spot

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi mulai terkendali. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi memastikan tidak ada lagi titik api (fire spot) di luar kawasan taman nasional.

Meski demikian, upaya pemadaman dan pencegahan masih terus dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Pelaksana Harian (Plh) Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah Jambi menunjukkan perkembangan positif.

Api yang sebelumnya mengancam sejumlah kawasan kini berhasil dikendalikan, terutama di luar kawasan taman nasional.

“Untuk di luar taman nasional, alhamdulillah sudah tidak muncul api. Jambi tidak ada lagi fire spot atau titik api,” ungkap Nyamin, Rabu (14/10/2026).

Meski kondisi karhutla mulai terkendali, bukan berarti seluruh wilayah terdampak kebakaran telah sepenuhnya aman.

Saat ini, menurutnya, kebakaran masih terjadi di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang di Provinsi Sumatera Selatan.

Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus penanganan Satgas Karhutla karena berada di wilayah perbatasan dua provinsi. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas dan mengancam kawasan hutan yang lebih besar.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi juga masih mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat maupun dukungan udara.

Operasi pengeboman air atau water bombing tetap dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kebakaran di lokasi yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

“Selain pemadaman langsung, petugas juga melakukan langkah pencegahan dengan membuat sekat bakar di sejumlah wilayah rawan,” tutur Nyamin yang juga menjabat sebagai Danrem 042/Gapu Jambi.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut masih berlangsung di kawasan Sungai Aur, Rantau Rasau, hingga Labuhan Pering.

Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk membatasi pergerakan api agar tidak merambat ke area lain.

“Langkah ini menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran berulang,” katanya.

Nyamin menegaskan, meskipun titik api di luar kawasan taman nasional sudah tidak ditemukan, seluruh unsur Satgas tetap melanjutkan upaya penanganan di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan api yang masih tersisa dapat dipadamkan dan potensi munculnya titik api baru bisa ditekan.

Dengan tidak adanya titik api di luar kawasan taman nasional, kondisi karhutla di Jambi kini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Namun, penanganan di Taman Nasional Berbak dan upaya pencegahan di wilayah rawan masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan agar kebakaran tidak kembali meluas.