Plh Dansatgas: Penanganan Karhutla Tanggung Jawab Bersama, ASN, Mahasiswa Juga Bisa Terlibat

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Pelaksana Harian (Plh) Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, menyambut baik langkah Gubernur Jambi Al Haris yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Menurut Nyamin, penambahan personel melalui pelibatan ASN merupakan langkah positif untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung.

Dia menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas yang tergabung dalam satuan tugas, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Nyamin juga membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin ikut berkontribusi dalam upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Jambi. Menurutnya, kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai kalangan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran serta memulihkan kondisi udara yang tercemar kabut asap.

“Boleh juga mahasiswa. Meski bukan tugasnya, kalau mereka bersedia, ya silakan. Monggo. Kita sama-sama padamkan api karhutla sehingga Jambi bersih dari kabut asap lagi,” ujar Nyamin, Jumat (9/10/2026).

Danrem 042/Gapu menilai, partisipasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, dapat menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Namun, keterlibatan tersebut harus tetap memperhatikan keselamatan dan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas yang berwenang di lapangan.

Terkait kebijakan Gubernur Jambi yang menyiapkan ASN untuk membantu Satgas Karhutla, Nyamin menyebut langkah tersebut sebagai upaya menyiapkan kekuatan tambahan atau pasukan cadangan.

Dengan adanya personel tambahan, pemerintah memiliki sumber daya yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila situasi di lapangan membutuhkan dukungan lebih besar.

“ASN ini termasuk pasukan cadangan. Sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa dikerahkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris mengambil langkah untuk memperkuat penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Salah satu upaya yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jambi adalah membentuk satuan tugas yang melibatkan ASN untuk membantu personel pemadam di lapangan.

Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa pembentukan Satgas ASN bertujuan memberikan dukungan tambahan kepada petugas yang selama ini berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

“Pak Gubernur membuat Satgas ASN untuk membantu Satgas Karhutla di lapangan sebagai upaya memadamkan api,” ujar Ariansyah.

Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi akan menerbitkan surat keputusan (SK) bagi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) berusia 25 hingga 40 tahun yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Setelah menerima SK penugasan, para ASN yang ditunjuk tidak menjalankan aktivitas perkantoran seperti biasa, melainkan membantu upaya penanganan karhutla sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain memperkuat personel pemadaman, Pemerintah Provinsi Jambi juga menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Pelibatan ASN dan dukungan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat penanganan karhutla di Jambi. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam, dan masyarakat menjadi penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan serta dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan warga dapat diminimalkan.