JAMBI.PILARDAERAH.COM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang terus menjadi perhatian serius. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin memimpin rapat koordinasi lintas sektor, memperkuat langkah bersama menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.
Rapat koordinasi digelar di Posko Karhutla Korem 042/Gapu, Kamis, 10 September 2026.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di Provinsi Jambi hadir secara langsung, sementara peserta dari luar Provinsi Jambi mengikuti rapat secara daring.
Rakor melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, WALHI, hingga pihak perusahaan.
Koordinasi lintas wilayah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap Karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki nilai ekologis penting.
Dengan sinergi lintas provinsi dan lintas sektor, seluruh unsur berkomitmen bergerak cepat dan terpadu. Hutan dilindungi, Karhutla dicegah, keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas.
Langkah kolaboratif ini menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan serta perlindungan kawasan hutan dan lingkungan.












