Dandim 0415/Jambi: Shalat Istisqa Ikhtiar Memohon Hujan, Kewaspadaan Karhutla Tetap Utama

JAMBI.PILARDAERAH.COM – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Kondisi cuaca yang relatif kering dan minim curah hujan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi bersama berbagai elemen masyarakat menggelar Shalat Istisqa, yakni shalat untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan berlangsung di Lapangan Garuda, Jalan A. Yani Nomor 01, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (2/9/2026).

Sekitar 1.500 jamaah dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga sekitar.

Sejak kegiatan dimulai, suasana Lapangan Garuda dipenuhi jamaah yang mengikuti seluruh rangkaian Shalat Istisqa dengan khusyuk. Doa dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, membawa keberkahan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Provinsi Jambi.

Shalat Istisqa ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau. Selain memanjatkan doa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, meningkatkan keimanan serta melakukan introspeksi diri.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed., M.A., dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, berdoa serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan di tengah kondisi kemarau yang terjadi.

Menurutnya, menghadapi kondisi alam tidak cukup hanya dengan mengandalkan upaya teknis. Ikhtiar secara lahiriah harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batin melalui doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang memenuhi Lapangan Garuda. Dengan penuh kekhusyukan, mereka bersama-sama memohon agar hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi lingkungan kembali membaik.

Selain persoalan ketersediaan air, kemarau panjang juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan ancaman Karhutla di sejumlah wilayah Jambi.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut. Di antaranya Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Kajati Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara, S.H., M.Han., serta Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr. H. Umar Yusuf, M.H.I.

Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Putra Negara bersama personel Kodim 0415/Jambi juga turut mengikuti pelaksanaan Shalat Istisqa hingga selesai.

Kehadiran jajaran TNI dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus wujud kedekatan dan kebersamaan TNI dengan masyarakat.

“Kita berharap melalui Shalat Istisqa ini, seluruh masyarakat dapat bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan rahmat-Nya dengan menurunkan hujan yang cukup dan membawa keberkahan,” ujar Kolonel Inf Putra Negara.

Namun, ia menegaskan bahwa doa harus tetap diiringi dengan langkah nyata dalam menghadapi dampak kemarau.

“Di samping itu, kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan terhadap dampak kemarau, khususnya Karhutla,” katanya.

Menurut Dandim, kondisi kemarau harus dihadapi dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan.

Ia menambahkan, TNI, khususnya Kodim 0415/Jambi, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi berbagai dampak kemarau.

Sinergi tersebut, kata dia, termasuk dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat kondisi lahan yang semakin kering.

Pelaksanaan Shalat Istisqa di Lapangan Garuda diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Jambi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau.

Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Melalui ikhtiar lahir dan batin tersebut, masyarakat Jambi berharap hujan segera mengguyur wilayah Provinsi Jambi, sehingga kebutuhan air dapat kembali terpenuhi, risiko Karhutla dapat ditekan, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.