BATANGHARI.PILARDAERAH.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Batanghari, Jambi. Menghadapi kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering, kesiapsiagaan personel serta peralatan pemadaman terus diperkuat untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.
Kesiapan tersebut terlihat saat Pabung Kabupaten Batanghari Kodim 0415/Jambi, Mayor Inf Widi Purwoko, bersama Kalak BPBD Kabupaten Batanghari, Sholikin, melakukan pengecekan personel dan perlengkapan Satgas Karhutla, Jumat (28/8/2026).
Pengecekan dilakukan sebelum personel diberangkatkan menuju lokasi Karhutla di Desa Rambutan Asam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari. Selain memastikan kesiapan peralatan, pengecekan juga dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya di lapangan.
Dalam penanganan Karhutla, kecepatan menjadi salah satu faktor penting. Api yang tidak segera dikendalikan berpotensi menyebar dengan cepat, terlebih ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.
Karena itu, koordinasi antara TNI, BPBD, Satgas Karhutla, pemerintah daerah dan unsur terkait terus diperkuat. Setiap tim diharapkan dapat bergerak secara terpadu sehingga proses pemadaman berjalan efektif sekaligus tetap memperhatikan keselamatan petugas.
Mayor Inf Widi Purwoko menegaskan, TNI melalui aparat kewilayahan akan terus memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Sebagai aparat teritorial, kami fokus membantu penanganan dan pemadaman Karhutla sekaligus terus mensosialisasikan bahaya serta dampaknya kepada masyarakat. Harapannya, kesadaran warga semakin meningkat sehingga tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Widi.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah muncul. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah secara sembarangan. Api kecil yang tidak diawasi dapat dengan mudah merambat ke lahan kering dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan membakar sampah sembarangan, karena kondisi cuaca seperti sekarang sangat mudah memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Sementara itu, kesiapan personel dan peralatan yang dilakukan Satgas Karhutla menjadi bagian penting dalam mempercepat respons apabila ditemukan titik api. Tim di lapangan juga dituntut terus memantau kondisi wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla. Tidak hanya pemerintah dan aparat, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini serta melaporkan apabila menemukan titik api.
Dengan kesiapan personel, dukungan peralatan dan koordinasi yang semakin kuat, Satgas Karhutla Kabupaten Batanghari diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran di wilayah tersebut.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman asap, menjaga lingkungan, serta memastikan penanganan Karhutla di Kabupaten Batanghari berlangsung cepat, terpadu dan terukur.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan �5 judul alternatif yang lebih “meledak” ala media nasional/Okezone/Tribun.









