Serapan Gabah dan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, BULOG Optimistis Target 2026 Tercapai Lebih Cepat

JAKARTA.PILARDAERAH.COM – Perum BULOG mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.

Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Wilayah Jambi turut memberikan kontribusi terhadap capaian nasional tersebut. Hingga awal Juni 2026, BULOG Jambi telah menyerap 6.049 ton gabah petani atau setara 3.795 ton beras.

Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jambi, Wiwin Indratno, mengatakan realisasi tersebut telah mencapai sekitar 70,35 persen dari target pengadaan Kanwil Jambi sebesar 8.173 ton gabah atau setara 5.394 ton beras.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara BULOG, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta mitra penggilingan yang bersama-sama mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Wiwin.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai strategi yang dijalankan BULOG selama musim panen, mulai dari penjemputan gabah langsung di sentra produksi, penguatan kemitraan dengan penggilingan padi, hingga percepatan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Realisasi serapan sebesar 3.795 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Jambi menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Secara nasional, keberhasilan serapan gabah dan beras dinilai menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga semangat produksi di berbagai daerah sentra pangan.

Selain meningkatkan pendapatan petani, tingginya serapan juga berdampak pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton, menjadi level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Ketersediaan stok tersebut dinilai sangat strategis untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan pangan, hingga antisipasi terhadap potensi bencana dan gejolak pasar.

Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah produksi utama, BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Wiwin.