Batik Karya Ruslaini Fadli Curi Perhatian di Persit Bisa 2026

JAKARTA.PILARDAERAH.COM – Kain batik khas Jambi kembali mencuri perhatian di panggung nasional. Melalui ajang Persit Bisa 2026 yang digelar di Jakarta dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, pembatik asal Jambi, Ibu Ruslaini Fadli, tampil membawa karya terbaiknya yang memadukan nilai tradisi dan sentuhan modern.

Di tengah hiruk-pikuk pameran, deretan batik Jambi tampil berbeda. Motif khas seperti durian pecah, kapal sanggat, dan tampuk manggis dipadukan dengan warna alami yang lembut, mencerminkan kekayaan alam dan budaya daerah aliran Sungai Batanghari.

Ruslaini mengatakan, keikutsertaannya dalam pameran ini bukan sekadar untuk menjual produk, melainkan memperkenalkan identitas Jambi ke tingkat nasional.

“Setiap goresan lilin memiliki filosofi. Kami ingin masyarakat melihat Jambi bukan hanya dari komoditas alam, tetapi juga dari kekayaan batiknya,” ujarnya.

Siapkan Puluhan Karya Unggulan

Menjelang pameran, Ruslaini telah mempersiapkan sedikitnya 30 karya batik tulis berbahan mori premium. Koleksi tersebut terdiri dari kain panjang hingga busana outer modern yang dirancang agar mudah dipadukan dalam gaya busana masa kini.

Seluruh proses produksi dilakukan secara teliti di kediamannya di kawasan Seberang Kota Jambi, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir pengemasan.

Angkat Motif Sarat Makna

Batik yang ditampilkan tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga filosofi mendalam. Motif durian pecah melambangkan kemakmuran, kapal sanggat mencerminkan perjalanan hidup dan kebersamaan, sementara tampuk manggis menjadi simbol kerendahan hati.

Untuk memudahkan pengunjung memahami makna tersebut, setiap kain dilengkapi label penjelasan singkat, sehingga pembeli tidak hanya membawa pulang produk, tetapi juga cerita budaya Jambi.

Gunakan Pewarna Alami

Dalam proses produksinya, Ruslaini mengandalkan pewarna alami seperti kulit soga, daun mengkudu, dan indigo. Selain menghasilkan warna khas yang lembut, metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan.

Pengerjaan satu kain batik tulis bahkan dapat memakan waktu hingga tiga hari, melalui tahapan mencanting, pewarnaan berulang, hingga pelorodan untuk menghasilkan motif yang tajam dan berkarakter.

Didorong Program Pembinaan UMKM

Partisipasi Ruslaini dalam pameran ini turut didukung oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi di bawah kepemimpinan Ny. Chichi Putra Negara. Melalui program pembinaan, para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan desain, pewarnaan alami, hingga strategi pemasaran digital.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Batik Jambi yang sebelumnya hanya dikenal di pasar lokal kini mulai dilirik pasar nasional, bahkan berpeluang menembus pasar ekspor.

Keikutsertaan Ruslaini Fadli dalam Persit Bisa 2026 menjadi bukti bahwa batik bukan sekadar produk fesyen, tetapi juga representasi ketekunan dan identitas budaya perempuan Jambi yang kini semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

PILAR NEWS