Sejarah Batik Jambi Mengangkat Ekonomi dengan Warisan Budaya

Oleh: Ruslaini, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII kodim 0415 Koorcab Rem 042 PD XX/Tuanku Imam Bonjol

Istri dari : Serda M. Fadli, Jabatan : Babinsa, Kesatuan : Kodim 0415/Jambi

 

Batik Jambi merupakan salah satu jenis batik Indonesia yang kaya akan sejarah, ciri khas, dan ragam motif. Jambi menjadi salah satu daerah yang turut serta dalam partisipasi dan menyebar luaskan kekayaan wastra nusantara.

UMKM batik di Seberang Kota Jambi merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu Jambi yang memiliki nilai ekonomi dan filosofis tinggi.

Seperti halnya ibu Ruslaini Fadli Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0415/Jambi yang telah menekuni usaha kain Batik Jambi.

Bu Ruslaini Fadli mulai tahu membatik dari tahun 1990 awalnya hanya melihat sang ibundanya membatik dan mulai belajar dan mengikuti dengan membatik sapu tangan lama kelamaan bisa membatik bahan dasar dan kain berselendang dan akhirnya berkembang sampai sekarang.

Batik Jambi, salah satu warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Jambi. Sejarah batik Jambi dimulai sejak abad ke-7, pada masa Kesultanan Melayu Jambi. Pada saat itu, batik hanya digunakan oleh keluarga kerajaan dan bangsawan sebagai pakaian adat.

Motif batik Jambi terinspirasi dari lingkungan sekitar, seperti flora dan fauna. Beberapa motif yang terkenal antara lain Angso Duo, Durian Pecah, dan Batanghari. Penggunaan warna alami, seperti kayu sepang dan kayu ramelang, membuat batik Jambi memiliki keunikan tersendiri.

Pada masa penjajahan Belanda, produksi batik Jambi sempat terhenti. Namun, pada tahun 1980-an, pemerintah Jambi kembali menggeliakkan industri batik dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat. Saat ini, batik Jambi telah menjadi salah satu produk ekonomi yang bernilai jual dan menjadi identitas budaya masyarakat Jambi.

Pengembangan Batik Jambi sebagai Penunjang Ekonomi

Batik Jambi telah menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat Jambi. Dengan pengembangan industri batik, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup dan melestarikan budaya lokal. Pemerintah Jambi juga telah melakukan upaya untuk mempromosikan batik Jambi ke tingkat nasional dan internasional.

Beberapa contoh pengembangan batik Jambi sebagai penunjang ekonomi adalah:

– Pusat Kerajinan Batik Jambi: Desa Jambi Seberang menjadi pusat produksi batik Jambi, dengan berbagai sanggar dan industri rumah tangga yang mengelola batik.

– Diversifikasi Produk: Pengrajin batik Jambi telah melakukan diversifikasi produk, seperti pakaian, aksesoris, dan dekorasi rumah, untuk meningkatkan nilai jual batik.

– Promosi dan Pemasaran: Pemerintah Jambi telah melakukan promosi dan pemasaran batik Jambi ke tingkat nasional dan internasional, melalui pameran dan event budaya.

Dengan demikian, batik Jambi tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu penunjang ekonomi daerah Jambi