JAMBI.PILARDAERAH.COM – Rentetan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut batu bara kembali terjadi di Provinsi Jambi. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah insiden dilaporkan terjadi di beberapa titik, mulai dari Jembatan Aur Duri II Kota Jambi, kawasan Koto Boyo Kabupaten Batanghari, hingga kecelakaan terbaru di Jalan Lintas Timur Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian-kejadian tersebut yang dinilai telah menimbulkan korban dan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian angkutan batu bara yang kembali menimbulkan korban dan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Hafiz, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, peristiwa kecelakaan yang melibatkan angkutan batu bara tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena menyangkut keselamatan jiwa serta hak masyarakat dalam menggunakan jalan umum secara aman.
“Peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap biasa, karena menyangkut nyawa, rasa aman, dan hak masyarakat untuk menggunakan jalan,” katanya.
Hafiz juga mengecam keras setiap kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh aktivitas angkutan batu bara yang dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Saya mengecam keras setiap kejadian angkutan batu bara yang membahayakan masyarakat dan pengguna jalan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 1 Tahun 2015, pengangkutan batu bara pada prinsipnya wajib menggunakan jalan khusus. Sementara penggunaan jalan umum hanya diperbolehkan secara terbatas dan harus memiliki dispensasi resmi.
Karena itu, ia meminta pihak terkait untuk melakukan penertiban secara tegas terhadap angkutan batu bara yang melanggar aturan, tidak memenuhi standar operasional, atau berpotensi membahayakan masyarakat.
Selain itu, DPRD Provinsi Jambi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang terjadi.
“Kami DPRD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kami akan terus mengawal agar keselamatan publik benar-benar ditempatkan di atas kepentingan operasional angkutan,” pungkasnya.











