JAMBI.PILARDAERAH.COM — Terbatasnya pasokan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita dari distributor PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) berdampak langsung terhadap ketersediaan minyak goreng di tingkat koperasi.
Kondisi ini dirasakan oleh Koperasi Merah Putih Kelurahan Selamat, Sipin, Kota Jambi, yang mengalami penurunan pasokan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Bulog sebagai satu-satunya pihak yang menyalurkan Minyakita ke sejumlah Koperasi Merah Putih di Kota Jambi mengakui keterbatasan stok yang dimiliki.
Jika sebelumnya koperasi dapat memesan hingga 80 sampai 100 dus per minggu, kini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 8 hingga 10 dus per minggu.
Penurunan pasokan mulai dirasakan sejak meningkatnya kebutuhan menjelang natal dan tahun baru (nataru), ditambah pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta operasi pasar. Kondisi tersebut menyebabkan Bulog harus membagi stok Minyakita ke berbagai saluran distribusi yang ada.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Selamat, Iie Hawari Isa, mengatakan suplai Minyakita yang diterima saat ini jauh dari kebutuhan riil masyarakat. Padahal, saat distribusi masih stabil, koperasi mampu menyalurkan hingga 10 dus Minyakita per hari kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Ia menjelaskan, wilayah Kelurahan Selamat memiliki lebih dari 500 pelaku UMKM serta berdekatan dengan Pasar Keluarga yang aktivitas ekonominya meningkat pada malam hari. Dengan kondisi tersebut, keterbatasan pasokan Minyakita dinilai sangat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain jumlah pasokan, Iie juga menyoroti persoalan efisiensi distribusi. “Pasokan yang hanya mencapai 8 dus per minggu membuat biaya distribusi tidak sebanding dengan volume barang yang diterima, sehingga menjadi beban tersendiri bagi koperasi,” katanya, Senin (15/12/2025).
Dirinya berharap, ada kejelasan regulasi serta transparansi dari Bulog terkait kuota pasokan Minyakita bagi koperasi, terutama jika seluruh Koperasi Merah Putih di Kota Jambi telah beroperasi secara penuh.
Tanpa kejelasan tersebut, menurutnya dikhawatirkan kelangkaan Minyakita di tingkat koperasi akan terus berlanjut.
Menanggapi hal tersebut, Manager Bisnis Bulog Jambi, Ashariyanti Pratimi, menegaskan bahwa sejak awal Bulog tidak pernah menjanjikan pasokan Minyakita tanpa batas kepada koperasi. Distribusi dilakukan sesuai dengan ketersediaan stok yang dimiliki Bulog.
Dia menambahkan, pasokan Minyakita dari PT KTN memang terbatas dan harus dibagi ke berbagai saluran distribusi, termasuk pasar pencatatan (pasar Angsoduo dan Talang Banjar), mitra binaan Bulog, kios pangan milik pemerintah daerah, serta Koperasi Merah Putih.
“Langkah tersebut, merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasaran,” ujarnya.
Diakuinya, menjelang nataru dan kegiatan gerakan tangan murah (GPM) juga operasi pasar lainnya yang sedang meningkat permintaannya.
“Ini yang membuat pasokan ke koperasi Merah Putih berkurang dari yang 24 ribu liter per minggu dari KTN,” tandas Ashariyanti.
Menurutnya, hal ini tidak mengganggu karena kegiatan ini juga penugasan pemerintah
“Sama-sama bisa mengendalikan ketersediaan pasokan dan sama-sama untuk menjaga kestabilan harga,” harapnya.







