JAMBI.PILARDAERAH.COM – Seminar bertema “Membangun Narasi Sejarah Kesultanan Jambi sebagai Edukasi bagi Negeri Jambi” yang digelar di Aula Universitas Islam Batanghari (Unisba) Batanghari pada Kamis (27/11/2025) berlangsung sukses dan mendapat antusias besar dari peserta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sejarah (MPS) Batanghari ini menjadi magnet bagi tokoh akademisi, pemangku adat, aparat keamanan, hingga ratusan mahasiswa.
Ketua MPS Batanghari, Hari Fajar Krisna, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan upaya strategis untuk kembali menghidupkan literasi sejarah lokal. Menurutnya, narasi sejarah Kesultanan Jambi harus terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda agar identitas budaya dan marwah daerah tetap lestari di tengah derasnya arus perkembangan zaman.
Acara menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Irmawati Sagala dan Drs. Ujang Hariyadi. Keduanya menyampaikan uraian mendalam tentang sejarah berdirinya Kerajaan Jambi, perkembangan Kesultanan Jambi, hingga periode perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Belanda.
Dalam pemaparannya, Dr. Irmawati Sagala menekankan pentingnya penelitian sejarah berbasis sumber-sumber lokal yang autentik. Menurutnya, kekayaan peradaban Jambi hanya dapat dipahami secara utuh apabila masyarakat berani menggali kembali arsip, manuskrip, serta tradisi lisan yang selama ini tersimpan dalam masyarakat.
Sementara itu, Drs. Ujang Hariyadi menyoroti fase perjuangan Kesultanan Jambi melawan kolonialisme, yang dinilainya sebagai salah satu babak penting dan fenomenal dalam sejarah Nusantara. Ia menyebut bahwa perang melawan Belanda dimotori langsung oleh para sultan dan bangsawan Kesultanan Jambi, yang kala itu turun ke medan laga bersama rakyat untuk mempertahankan martabat dan kedaulatan negeri.
Rektor Unisba Batanghari dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif MPS Batanghari. Ia menilai seminar ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran sejarah di lingkungan kampus sekaligus memperkuat peran akademisi dalam pelestarian sejarah lokal.
Kehadiran Kapolres dan Dandim Batanghari turut menambah bobot acara, menunjukkan bahwa upaya pelestarian sejarah Kesultanan Jambi mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah. Dukungan ini dianggap penting untuk menjaga kesinambungan kajian sejarah yang berbasis data dan fakta.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan, khususnya terkait peran Kesultanan Jambi dalam dinamika sosial, politik, serta budaya di masa lalu. Diskusi yang hangat memperlihatkan besarnya ketertarikan generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.
Di akhir kegiatan, MPS Batanghari menyampaikan harapan agar semakin banyak pihak yang tergerak mempelajari dan melestarikan sejarah perjuangan Kesultanan Jambi. Mereka menekankan bahwa sejarah adalah generator semangat yang mampu membentuk karakter pemimpin masa depan yang jujur, peduli, dan berani berkorban bagi rakyat.
Meski pelaksanaan seminar diakui minim dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batanghari, MPS Batanghari memastikan kegiatan tetap berjalan lancar dan bermakna. Komunitas ini menegaskan akan terus berkomitmen melanjutkan agenda literasi sejarah demi menjaga warisan intelektual dan jati diri masyarakat Jambi.


