JAMBI.PILARDAERAH.COM — Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menilai petugas yang melaksanakan “Operasi Ketupat” adalah pekerjaan mulia.
“Ini adalah amanah dan merupakan pekerjaan yang mulia sekali, disaat teman saudara beribadah dan silaturahmi lebaran, petugas masih melaksanakan tugasnya untuk berkorban demi kenyamanan dan keamanan orang lain,” ungkapnya, Kamis (20/3/2025).
Selain itu, katanya, tujuan dari digelarnya Operasi Ketupat ini adalah mewujudkan kelancaran dan kenyamanan masyarakat dalam mudik dan balik lebaran.
Untuk mewujudkan itu, diakuinya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. “Kita membutuhkan bantuan, baik dari unsur TNI maupun instansi terkait di provinsi Jambi”.
“Dalam Operasi Ketupat Tahun 2025 ini, kita mengerahkan 3.330 personel gabungan, terdiri dari 1.625 personel Polri, 330 personel TNI dan 1.414 personel instansi lainnya,” ujar Kapolda.
Dia menambahkan, sedangkan jumlah pos pengamanan ada 32 pos, 14 pos pelayanan dan 2 pos terpadu.
“Untuk Operasi Ketupat 2025 ini akan berlangsung selama 14 hari dimulai dari tanggal 26 Maret hingga 8 April 2025,” imbuh Krisno.
Kapolda juga menekankan pentingnya penerapan rekayasa lalu lintas, pengamanan objek vital, serta pemantauan ketersediaan bahan pokok dan BBM.
“Tetap semangat dan jaga kesehatan,” tandas Krisno.







Komentar