Dipersulit Mencari Keadilan di BPN Terkait Kompensasi Jalan Tol, Janda di Muarojambi Minta Bantu Presiden Prabowo

MUAROJAMBI.PILARDAERAH.COM — Seorang ibu rumah tangga warga RT 09, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi, Jambi mencari keadilan.

Pasalnya, lahan dan tanam tumbuhan miliknya seluas 5 tumbuk terdampak pembangunan jalan tol Jambi-Betung Seksi 4 hingga kini belum ada kejelasan kompensasinya.

“Lahan pohon kelapa sawitnya dari warisan almarhum suami saya dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sudah 35 tahun saya mengerjainya,” tutur Suprapti (56), Senin (24/11/2024).

Selain mengadu ke pihak BPN Kabupaten Muarojambi, Jambi, dirinya juga meminta keadilan kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

“Saya menuntut keadilan seadilnya, tolong saya Pak Presiden Prabowo, Pak Gibran ke saya tidak ada tempat mengadu,” jelasnya.

Menurut Suprapti sudah berulang kali mengadu mencari keadilan di BPN, tapi tidak ada kejelasan.

“Hasil pertemuan dengan pihak BPN tidak ada kejelasan arahnya,” imbuh Suprapti.

Dia menjelaskan, hingga kini belum ada titik terang dari pihak BPN soal kompensasi pembangunan Jalan Tol.

Sedihnya lagi, ratusan pohon sawit di tanah warisan almarhum suaminya juga dirusak orang tidak bertanggung jawab.

“Disamping tanaman sawit yang dirusak, tanah lahannya diduga dikeruk dan dijual untuk konstruksi pembangunan proyek jalan tol,” ucapnya.

Diakuinya, tanah warisan dari almarhum suaminya ini berbatasan langsung dengan tanah yang terkena proyek jalan tol.

Akibat dari kejadian tersebut, ibu dari 4 orang anaknya mengalami kesulitan ekonomi.

“Pohon sawit yang menjadi sumber pendapatannya sudah tidak ada lantaran menjadi sumber kehidupannya,” paparnya dengan derai air mata.

Dirinya berharap, persoalan yang dihadapinya bisa ada kejelasan terutama terkait ganti untung.

Komentar