JAMBI.PILARDAERAH COM — Setelah rehat dan tidak lagi menukangi partai selama sekitar tiga bulan, namun mantan Ketua DPD Partai Perindo Kota Jambi dua tahun ini, Nurdin tidak kuasa menahan desakan keluarganya untuk kembali terjun ke dunia politik.
Setelah lama berpikir dan mencari petunjuk ilahi dan adanya dukungan keluarga besarnya, akhirnya Nurdin memutus berlabuh ke Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP).
“Tadinya ingin istirahat dari dunia politik, karena saat itu kesibukan waktu, pekerjaan dan sama keluarga. Tapi seiring berjalannya waktu, adanya tawaran dan dorongan dari pihak keluarga bahwasanya disuruh maju ke provinsi bae,” ungkap Nurdin, Selasa (10/10/2023).
Karena itulah, dirinya tidak dapat menolak desakan pihak keluarganya. Selain itu, adanya salah satu keluarga jadi bakal calon DPR RI dari PDIP.
“Itulah yang membuat tergugah kembali untuk terjun kembali ke dunia politik. Nah, kebetulan ada abang juga di PDIP yang ingin maju juga untuk DPR RI, jadi saling tandem sama beliau. Selain itu, sama-sama orang Bugis juga,” tegasnya.
Diakuinya, selama rehat sekitar tiga bulan tidak lagi mengurusi partai, banyak tawaran beberapa partai besar untuk diajak bergabung.
“Tapi waktu itu, kita ingin fokus istirahat rehat dulu itu dari Agustus. Tapi karena ada desakan keluarganya dan diminta membantu saudaranya untuk DPR RI. Maka sekalian saja satu perahu,” tutur Nurdin.
Selanjutnya, atas pertimbangan yang dalam dan keyakinan jalan dari Yang Maha Kuasa, dia bergabung ke partai pemenang pemilu lalu.
“Akhirnya saya memutuskan bergabung ke PDIP melalui dapil (daerah pemilihan) Jambi 6, yakni Sabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur) dan Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat) untuk Provinsi Jambi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Nurdin juga bertekad memaksimalkan suara di PDIP dan bisa bantu saudaranya tersebut untuk jalur pusat.
Masuk ke partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut bukan hanya desakan keluarga saja, tapi dia menilai potensi untuk menang dan duduk di kursi DPRD Provinsi Jambi cukup besar.
“Potensinya lumayan besar, karena petahananya tidak ada. Jadi di situ ada ustadz Amin selaku mantan calon wakil bupati dan juga mempunyai kans besar menang,” ucapnya.
Menurut dia, ada ada dua kursi di sana. “Kalau pun memang tidak, kita bisa membantu maksimalkan suara PDIP terutama khususnya di Jambi 6,” imbuhnya.
Meski baru masuk ke PDIP pada awal Oktober lalu, dirinya disambut hangat jajaran dan pengurus partai pengusung Presiden Joko Widodo tersebut.
“Alhamdulillah sejak masukan bahan saat DCT lalu, pada welcome teman-teman di PDIP. Luar biasa sekali. Bahkan pengurusnya, termasuk Pak Zidan selaku sekretaris wilayah PDIP. Mereka banyak mendukung,” ucapnya.
Sejak itu, kesibukan pencalonan dirinya sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) terus dirasakan. Bahkan, dalam waktu dekat akan terjun ke lokasi lumbung suara untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024.
“Yang jelas untuk memaksimalkan suara, langkah-langkah kita saat ini adalah bersilaturahmi pada keluarga besar, teman-teman kita. Kalau kita berasal dari sana. Selain itu, kita juga akan mendata suara-suara yang belum bisa diraup untuk 2024 nanti,” tandasnya.
Sedangkan ketertarikan masuk ke PDIP, selain adalah partai pemenang, juga partai besar. “Buktinya di beberapa daerah kabupaten, minimal memegang wakil ketua. Bahkan ada yang menjadi ketua,” katanya.
Sedangkan di Provinsi Jambi sendiri, sambungnya, ada 9 kursi dan yang menjadi Ketua DPRD Provinsi Jambi adalah PDIP.
“Pertimbangan pemicunya ini juga. PDIP adalah partai besar, sayang untuk tidak dimanfaatkan peluang ini,” ujarnya.
Meski demikian, ungkap Nurdin, semua partai mempunyai tujuan yang sama ingin membangun bangsa, terutama di daerah asal di Jambi.
“Kita mewakili masyarakat yang kita wakili, supaya kita nanti bisa menyampaikan aspirasi tersebut dan politik itu berjuang untuk masyarakat yang kita wakili,” jelasnya.
Disamping itu, sambungnya, semua partai ideologinya satu, yaitu Pancasila. “Apapun itu partainya yang penting ideologi kita tetap sama, yaitu Pancasila. Karena itu menjadi harga mati dan merupakan lambang negara kita,” tegasnya.
Dia berharap dengan kehadirannya di PDIP bisa mendulang suara banyak. “Ingin membuktikan kepada PDIP bahwasanya dengan bergabung kita bisa menambah suara banyak kepada PDIP,” tuturnya.
Meski tidak lagi di Perindo, katanya, tapi pilihan calon presiden tetap Ganjar Pranowo. “Mari bersama menangkan Ganjar Pranowo di Jambi sebagai Presiden RI penerus berkelanjutan Pak Jokowi,” harap Nurdin.







Komentar